Bangun Generasi Melek Finansial, KrediOne Gaungkan Literasi Keuangan Digital
INDUSTRY.co.id - Jakarta, KrediOne kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui partisipasi dalam program edukasi “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia di Universitas Riau.
Program ini diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa dan menjadi hasil kolaborasi antara AFPI, Universitas Riau, serta pelaku industri pindar. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Triyoga Laksito selaku Kepala OJK Provinsi Riau, Yasmine Meylia sebagai Direktur Eksekutif AFPI, serta Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau. Dari pihak KrediOne, hadir Direktur Utama Kuseryansyah dan Senior Manager FAT Marsha Muspita.
Mengangkat tema “Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi”, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa terkait perkembangan industri keuangan digital, khususnya layanan pindar. Materi yang disampaikan mencakup manfaat, potensi risiko, serta perbedaan antara layanan legal dan praktik pinjaman online ilegal.
Direktur Utama KrediOne, Kuseryansyah, menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai kompetensi utama di era digital saat ini.
“Literasi keuangan hari ini bukan lagi sekadar pemahaman, tetapi kompetensi strategis. Di tengah percepatan inovasi finansial, kemampuan membaca peluang sekaligus mengelola risiko secara terukur menjadi pembeda antara akses yang memberdayakan dan yang justru menimbulkan kerentanan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kemudahan akses keuangan harus diimbangi dengan kualitas pengambilan keputusan.
“Akses keuangan tanpa literasi adalah pedang bermata dua. Karena itu, setiap keputusan finansial harus diambil secara sadar, terukur, dan bertanggung jawab,” kata Kuseryansyah.
Lebih jauh, KrediOne memandang industri pindar tidak hanya sebagai penyedia akses pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
“Pindar kami posisikan bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari ekosistem keuangan yang sehat. Transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan konsumen adalah fondasi utama. Melalui edukasi berkelanjutan, kami ingin memastikan pertumbuhan industri berjalan selaras dengan peningkatan kualitas pemahaman masyarakat,” ujar Kuseryansyah.
Keterlibatan KrediOne dalam program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif literasi keuangan nasional yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui program Gencarkan.
Melalui sinergi antara regulator, asosiasi, akademisi, dan pelaku industri, diharapkan literasi keuangan di Indonesia semakin meluas, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi pengguna aktif layanan keuangan digital.
KrediOne pun meyakini bahwa peningkatan literasi keuangan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cakap dalam mengelola keuangan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.