Bahan Baku Plastik Menipis, Toyota Buka Suara: Tahan Harga di Tengah Tekanan
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kelangkaan bahan baku plastik mulai menjadi sorotan pelaku industri, termasuk sektor otomotif yang sangat bergantung pada material tersebut dalam proses produksinya.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengingatkan agar kondisi ini tidak sampai mengganggu stabilitas produksi nasional.
Menurut Bob, plastik merupakan komponen penting yang tidak hanya digunakan dalam industri otomotif, tetapi juga sektor lain seperti makanan dan minuman yang bersifat kritikal. Karena itu, gangguan pasokan bahan baku plastik berpotensi berdampak luas terhadap berbagai lini industri.
“Kalau sektor otomotif tentu sangat membutuhkan plastik. Bukan hanya otomotif, sektor lain seperti makanan dan minuman juga sangat bergantung. Jadi kami berharap kelangkaan ini tidak sampai mengganggu produksi,” ujar Bob di Jakarta (2/5).
Di tengah tekanan kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan, Bob menegaskan bahwa industri otomotif berupaya menahan diri untuk tidak menaikkan harga jual produk. Langkah ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat yang masih dalam tahap pemulihan.
“Biasanya di otomotif, kami justru berusaha mempertahankan harga. Jangan sampai daya beli masyarakat terpukul karena kenaikan harga,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh rantai pasok (supply chain) untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga. Meski kondisi pasar mendorong kenaikan biaya produksi, pelaku industri diharapkan tidak langsung membebankan tekanan tersebut kepada konsumen.
“Walaupun kelangkaan ini bisa memacu kenaikan harga, kami di sektor industri berupaya menahan diri. Jangan sampai dalam situasi sulit seperti sekarang, harga justru dinaikkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bob optimistis bahwa tantangan kelangkaan bahan baku justru dapat mendorong munculnya inovasi baru di sektor industri, termasuk dalam pengembangan material alternatif maupun efisiensi penggunaan plastik.
“Setiap kesulitan pasti akan melahirkan inovasi. Kami berharap akan muncul solusi-solusi baru dari kondisi ini,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah, diharapkan permasalahan pasokan bahan baku plastik dapat segera teratasi sehingga tidak menghambat kinerja industri nasional yang tengah berupaya menjaga momentum pertumbuhan.