Inkubator Kemenperin Cetak Wirausaha Baru, dari Sportswear Muslimah hingga Mesin Cuci Helm IoT

Oleh : Ridwan | Kamis, 02 April 2026 - 08:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem industri nasional dengan mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing melalui program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan wirausaha industri menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat struktur industri nasional.

“Salah satu SDM industri yang tidak kalah penting adalah wirausaha industri, khususnya wirausaha baru. Melalui program inkubator bisnis, mereka diharapkan menjadi tunas-tunas wirausaha yang berkontribusi bagi industri nasional,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Rabu (1/4).

Program ini dijalankan oleh tujuh BDI Kemenperin yang tersebar di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar, serta terbuka bagi peserta dari seluruh Indonesia.

Sepanjang 2025, program ini telah membina 37 tenant atau wirausaha baru dengan total penyerapan 212 tenaga kerja. Para peserta bergerak di berbagai sektor, mulai dari kriya, fesyen, hingga makanan dan minuman.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi menjelaskan, inkubator bisnis ini memberikan dukungan komprehensif, mulai dari pelatihan, mentoring, fasilitasi legalitas, akses teknologi, hingga pembiayaan.

“Kegiatan ini melalui tiga tahapan, yakni pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi, termasuk pendampingan usaha hingga akses permodalan,” kata Doddy.

Sejumlah inovasi menarik lahir dari program ini. Salah satunya Zeea, brand fesyen yang menghadirkan sportswear muslimah. Produk ini menjawab kebutuhan pakaian olahraga yang nyaman sekaligus sesuai syariat, dan berhasil meluncurkan seri “Bold Revival” hasil kolaborasi dengan publik figur Dara Arafah.

Di sektor teknologi, Zeta Teknik menciptakan mesin pencuci helm otomatis bernama Cleanzer yang dilengkapi sistem pembayaran digital dan teknologi Internet of Things (IoT).

Sementara itu, dari sektor pangan, Sago One mengembangkan tepung sagu sebagai alternatif pangan lokal bergizi, sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan.

Doddy menilai, ragam inovasi tersebut menunjukkan efektivitas program dalam mencetak wirausaha baru yang kompetitif.

“Kreativitas para tenant menunjukkan program ini mampu meningkatkan kapasitas SDM industri sekaligus mendorong lahirnya wirausaha inovatif,” pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →