Ekonomi Global Mengancam, Tugure Siapkan Jurus Ini di 2026

Oleh : Ridwan | Kamis, 19 Maret 2026 - 09:43 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga untuk memperkuat arah strategi bisnis perusahaan ke depan.

Hal ini tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Jumat, 13 Maret 2026, dan dihadiri jajaran Direksi, Komisaris, serta seluruh karyawan. 

Kegiatan tersebut menjadi ruang mempererat kebersamaan sekaligus menyatukan visi menghadapi tantangan industri reasuransi di tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, manajemen Tugure turut menyampaikan penyelarasan strategi dan target perusahaan. Langkah ini dinilai penting mengingat dinamika industri serta ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi tahun ini.

Presiden Direktur Tugure, Teguh Budiman, menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjalankan bisnis secara hati-hati (prudent) dan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

“Di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian yang mungkin dihadapi pada tahun 2026, Tugure berkomitmen untuk tetap menjalankan bisnis secara disiplin, prudent, dan berlandaskan tata kelola perusahaan yang baik. Dengan fondasi tersebut, kami optimistis Perusahaan dapat terus menjaga kinerja yang sehat sekaligus memperkuat posisi Tugure di industri reasuransi nasional,” ujar Teguh.

Tak hanya itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan sesi afirmasi bersama yang dipandu oleh Corporate Secretary Group Head Tugure, Eko Susanto. Dalam sesi tersebut, seluruh karyawan diajak menyatakan komitmen kolektif untuk mendukung pencapaian target perusahaan.

Secara simbolis, para karyawan menyatakan kesiapan untuk bergerak selaras dalam menjalankan strategi perusahaan, sekaligus memperkuat sinergi antar unit kerja guna mendorong kinerja yang optimal sepanjang 2026.

Melalui kegiatan ini, Tugure berharap dapat terus membangun budaya kerja yang kolaboratif serta menciptakan organisasi yang solid dan adaptif. 

Dengan begitu, perusahaan diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan industri sekaligus menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan.