AdMedika Perkuat Clinical Governance Berbasis Data, Gandeng 13 Asuransi Lewat Medical Advisory Board
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Administrasi Medika (AdMedika) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan (clinical governance) berbasis data analytics melalui penguatan fungsi Medical Advisory Board (MAB).
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas terbitnya POJK No.36 Tahun 2025 yang menjadi tonggak baru dalam penguatan sistem layanan kesehatan di industri asuransi.
Regulasi tersebut mewajibkan perusahaan asuransi memenuhi tiga aspek utama, yakni kapabilitas medis yang memadai, dukungan digital untuk pengawasan berbasis data, serta keberadaan Dewan Penasehat Medis yang independen dan kompeten.
Sebagai perusahaan Third Party Administrator (TPA) dengan jaringan terbesar di Indonesia, AdMedika mengoptimalkan kapabilitas teknologi dan pengalaman dalam pengelolaan klaim kesehatan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut.
Penguatan Medical Advisory Board AdMedika didesain untuk memastikan kualitas layanan kesehatan tetap optimal sekaligus efisien.
Dari sisi kapabilitas medis, MAB didukung oleh Medical Advisor dan Utilization Review Team yang memiliki latar belakang medis kuat. Tim ini berperan dalam menganalisis biaya serta mengevaluasi kesesuaian layanan agar prinsip cost effectiveness dan cost efficiency berjalan seimbang.
Sementara itu, dari sisi digital, proses clinical review telah terintegrasi dengan teknologi data analytics, real-time dashboard, hingga AI transaction analysis. Teknologi ini memungkinkan identifikasi pola klaim, tren utilisasi, serta potensi ketidaksesuaian layanan secara cepat dan akurat.
Dalam memperkuat aspek independensi dan keilmuan, AdMedika menggandeng sejumlah pakar medis terkemuka. Di antaranya Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, Sp.F (K) sebagai Pembina Etiko Medikolegal, serta Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Agus Yunianto, Sp.BS sebagai Ketua MAB. Tim ini juga diperkuat oleh berbagai dokter spesialis dari beragam disiplin ilmu.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi medis yang tidak hanya berbasis data, tetapi juga memiliki landasan etik, akademik, dan pengalaman klinis yang kuat.
Tidak hanya itu, AdMedika juga menjalin kerja sama strategis dengan 13 perusahaan asuransi sebagai mitra dalam implementasi layanan Medical Advisory Board.
Mitra tersebut meliputi Generali Indonesia, AIA Financial, Asuransi Central Asia, Sequis Life, Great Eastern Life Indonesia, AXA Mandiri Financial Services, Tokio Marine Life Indonesia, Car Life Insurance, Asuransi MAG, Panin Dai-ichi Life, Dayin Mitra, Askrida Syariah, dan Staco Mandiri.
CEO AdMedika, Dian Prambini, menegaskan bahwa penguatan MAB tidak terlepas dari peran penting teknologi dalam mendukung pengambilan keputusan medis yang lebih objektif.
“Dengan dukungan data analytics, Medical Advisory Board dapat melakukan evaluasi dan pengambilan keputusan medis secara lebih objektif, akurat, dan responsif. Pendekatan ini memastikan keseimbangan antara kualitas layanan dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biaya kesehatan,” ujar Dian.
Melalui sinergi ini, AdMedika optimistis implementasi Medical Advisory Board berbasis data analytics tidak hanya memenuhi ketentuan POJK No.36/2025, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem layanan kesehatan yang lebih transparan, tepat guna, dan berkelanjutan bagi seluruh peserta asuransi.