PT ASM Berhasil Selesaikan 1,2 Juta Jam Kerja PSN dengan Zero Accident

Oleh : Wiyanto | Senin, 09 Maret 2026 - 16:51 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id-Semarang - PT Anugerah Samudera Madanindo (PT ASM) asal Semarang, berhasil menyelesaikan berbagai Proyek Strategis Nasional (PNS) dengan mengutamakan keselamatan kerja (zero accident). Keselamatan dan kesehatan menjadi pondasi utama dalam menjalankan berbagai proyek.

Termasuk PSN senilai Rp 100-200 miliar, yaitu proyek pengembangan Pelabuhan Patimban Fase 2 dan pengembangan terminal kendaraan yang berhasil dikerjakan sesuai target selama bulan Oktober - November 2025 juga tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja.

Menurut Direktur Utama PT ASM, Faris Muhammad Abdurrahim pekerjaan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat logistik maritim utama Indonesia dengan target jangka panjang mencapai kapasitas hingga 7,5 juta TEUs.

Pengembangan tahap lanjutan pelabuhan mencakup peningkatan kapasitas terminal kendaraan hingga 600.000 unit CBU dan terminal peti kemas menjadi 3,75 juta TEUs, dengan progres konstruksi mencapai sekitar 78% pada April 2025.

“Proyek ini diharapkan memperkuat daya saing logistik nasional, mendukung pengembangan kawasan industri Metropolitan Rebana, serta mengurangi kepadatan di Pelabuhan Tanjung Priok melalui konektivitas yang terintegrasi dengan jalan tol akses Patimban,” jelas Faris.

Faris melanjutkan, dalam menjalankan semua PSN, PT ASM senantiasa mengutamakan keselamatan kerja (zero accident). Bahkan dari 1.200.622 jam kerja sejak 1 Maret 2023 sampai 30 September 2025, PT ASM berhasil mencatat durasi kerja tanpa kecelakaan fatal. Sepanjang periode tersebut, PT ASM berhasil mengerjakan 6 proyek dengan total nilai sekitar Rp 300 miliar.

Komitmen itulah yang mengantarkan PT ASM meraih penghargaan kecelakaan nihil (zero accident) dan penghargaan P2K3 tingkat Provinsi Jawa Barat kategori Platinum dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Di balik angka 1,2 juta jam kerja yang aman, ada ribuan keputusan kecil setiap hari, pekerja yang saling mengingatkan, supervisor yang memastikan prosedur berjalan, dan keberanian untuk berhenti ketika ada risiko. Keselamatan adalah wujud nyata tanggung jawab kami kepada manusia, keluarga mereka, dan masa depan proyek,” ujar Faris.

Di tahun 2026 ini, PT ASM juga berencana mengerjakan beberapa proyek yang semua prosesnya dikerjakan dengan mengedepankan prinsip keselamatan, kesehatan dan kemanusiaan bagi pekerja.

“Bagi kami, yang utama bukan terletak pada angka jumlah proyek yang kami kerjakan. Tapi kami ingin memastikan bahwa pembangunan infrastruktur besar tetap berpusat pada manusia. Setiap pekerja adalah bagian dari keluarga besar yang harus kami lindungi. Inilah esensi keberlanjutan yang kami pegang,” kata Faris.