Laba Bersih Maybank Group Naik 4,2% pada 2025, Capai RM10,51 Miliar

Oleh : Hariyanto | Senin, 09 Maret 2026 - 16:24 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Maybank Group mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dengan membukukan peningkatan laba bersih sebesar 4,2% secara tahunan (year-on-year/Y-o-Y) menjadi RM10,51 miliar. Pencapaian ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang stabil, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kualitas aset yang tetap tangguh.

Seiring dengan itu, laba sebelum pajak (PBT) Maybank Group juga meningkat 4,6% secara tahunan menjadi RM14,33 miliar. Kinerja ini mencerminkan operasional yang semakin kuat serta penurunan biaya kredit sepanjang tahun. Pendapatan operasional bersih tercatat tumbuh 2,7% Y-o-Y menjadi RM30,38 miliar, ditopang oleh kenaikan pendapatan berbasis dana bersih menjadi RM20,23 miliar serta pendapatan non-bunga (NOII) yang mencapai RM10,15 miliar.

Di tengah tren penurunan suku bunga di berbagai pasar, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tetap stabil di level 2,05%. Sementara itu, peningkatan kualitas aset, pengendalian biaya, serta optimalisasi pengelolaan modal turut mendorong kenaikan return on equity (ROE) menjadi 11,7% dari sebelumnya 11,1% pada tahun buku 2024.

Maybank juga terus menjaga disiplin dalam pengelolaan biaya. Rasio biaya terhadap pendapatan sedikit membaik menjadi 48,8% meskipun biaya overhead meningkat 2,6% secara tahunan. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh penyesuaian inflasi pada biaya tenaga kerja serta peningkatan biaya terkait kartu kredit, belanja teknologi informasi, dan aktivitas pemasaran. Meski demikian, laba operasional sebelum pencadangan (PPOP) masih mampu tumbuh 2,8% menjadi RM15,54 miliar.

Dari sisi kualitas aset, perbaikan terus berlanjut sepanjang tahun. Beban pencadangan bersih turun 10,1% secara tahunan menjadi RM1,48 miliar, mencerminkan kinerja portofolio yang lebih baik di pasar-pasar utama Maybank Group. Rasio penghapusan kredit bersih juga membaik menjadi 8 basis poin dari 26 basis poin pada tahun sebelumnya.

Rasio pinjaman bermasalah bruto tercatat sebesar 1,28%, sementara rasio pencadangan kerugian pinjaman tetap kuat di level 106,7%. Kondisi ini menegaskan fokus perusahaan dalam menjaga standar pemberian kredit yang disiplin dan manajemen risiko yang ketat.

Pada kuartal keempat 2025, laba bersih Maybank Group meningkat 5,7% secara tahunan menjadi RM2,68 miliar, sedangkan laba sebelum pajak naik 9,0% menjadi RM3,72 miliar. Dibandingkan kuartal sebelumnya, laba bersih juga naik 2,1% dengan peningkatan PBT sebesar 6,1%, didorong oleh kenaikan pendapatan berbasis dana serta penurunan provisi penurunan nilai bersih.

Di sisi bisnis, pinjaman Grup tumbuh 1,7% secara tahunan dengan kontribusi utama dari Malaysia yang meningkat 6,1% serta Singapura yang naik 5,0%. Pertumbuhan di Malaysia terutama didorong oleh bisnis Global Community Financial Services (GCFS) dan Global Banking (GGB) yang masing-masing meningkat 6,7% dan 4,8%, sejalan dengan permintaan domestik yang tetap kuat.

Penghimpunan dana juga menunjukkan kinerja positif. Saldo CASA meningkat 9,4% secara tahunan sehingga rasio CASA naik menjadi 40,5%. Kondisi ini turut memperkuat struktur neraca perusahaan. Dari sisi likuiditas, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 138,2% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) berada di level 116,6%, jauh di atas persyaratan regulator. Rasio permodalan juga tetap solid dengan CET1 sebesar 15,13% dan total capital ratio sebesar 19,05%.

Sebagai bentuk komitmen memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, Direksi Maybank mengumumkan dividen interim kedua sebesar 33 sen per saham yang dibayarkan secara tunai. Dengan demikian, total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai 63 sen per saham, setara dengan rasio pembayaran dividen sebesar 72,4% dan yield dividen sebesar 6,0%.

Chairman Maybank, Tan Sri Dato’ Sri Ir. Zamzamzairani Mohd Isa, mengatakan capaian kinerja tersebut mencerminkan kekuatan jaringan dan neraca perusahaan. Ia menilai Maybank berhasil meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga permodalan dan likuiditas yang kuat.

“Meski ketidakpastian keadaan global masih berlanjut, permintaan domestik di seluruh pasar utama kami terus memberikan dukungan yang mendasar. Direksi tetap berfokus untuk memastikan Maybank Group berada dalam posisi yang kuat dalam menghadapi dinamika kondisi yang terus berkembang, dengan tata kelola yang baik, ketahanan finansial, dan pertumbuhan berkelanjutan sebagai fondasi utama,” ujarnya.

Sementara itu, Group Chief Financial Officer Maybank, Shafiq Abdul Jabbar, menyebut tahun 2025 menjadi tonggak penting dengan selesainya strategi M25+. Menurutnya, strategi tersebut memperkuat jaringan regional, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan kapabilitas yang berfokus pada nasabah.

“Tahun 2025 menandai keberhasilan penyelesaian strategi M25+, sejalan dengan upaya kami memperkuat jejaring di tingkat regional, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan kapabilitas yang berfokus pada nasabah,” kata Shafiq.

Ia menambahkan bahwa perusahaan kini meluncurkan roadmap strategis baru bertajuk ROAR 30 yang tetap berlandaskan prinsip Humanising Financial Services. Strategi ini menargetkan ROE sebesar 13% hingga 14% serta rasio biaya terhadap pendapatan tidak lebih dari 47% pada tahun 2030, dengan fokus pada peningkatan pengalaman nasabah, dampak sosial yang positif, serta penguatan ekonomi riil.

Di Indonesia, kinerja Maybank Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Laba setelah pajak yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (PATAMI) melonjak 48,5% secara tahunan menjadi Rp1,66 triliun. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat 38,9% menjadi Rp2,22 triliun pada 2025, didukung oleh pertumbuhan pendapatan berbasis dana dan pendapatan non-bunga serta pengelolaan biaya yang lebih baik.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →