Tumbuh 48,5%, Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun di Tahun Buku 2025
INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. mengumumkan pencapaian kinerja keuangan konsolidasian yang solid untuk Tahun Buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025. Bank berhasil membukukan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp2,22 triliun, sebuah lonjakan signifikan sebesar 38,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini juga diikuti oleh kenaikan Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (PATAMI) sebesar 48,5% menjadi Rp1,66 triliun, yang didorong oleh penurunan biaya provisi serta pengelolaan biaya operasional yang jauh lebih efisien.
Keberhasilan ini didukung oleh Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang meningkat 1,6% secara tahunan (Y-o-Y) melalui penerapan risk-based pricing yang disiplin dan pergeseran komposisi pendanaan ke arah yang lebih efisien, sehingga Marjin Bunga Bersih (NIM) tercatat pada level 4,3%.
Pendapatan Nonbunga (NOII) pun turut memberikan kontribusi positif dengan tumbuh 8,1%, terutama ditopang oleh kinerja Global Markets yang membaik serta pendapatan dari asset recovery dan wealth management. Secara keseluruhan, Bank mencatat Gross Operating Income (GOI) sebesar Rp9,55 triliun atau naik 3,1% Y-o-Y.
Efisiensi menjadi kunci utama dalam laporan keuangan tahun ini, di mana beban overhead hanya meningkat 2,4%, jauh lebih rendah dibandingkan peningkatan 8,5% pada tahun sebelumnya. Upaya berkelanjutan dalam mengoptimalkan biaya operasional ini membawa rasio BOPO Bank ke level 86,3%.
Selain itu, Laba Operasional Sebelum Provisi (PPOP) tumbuh 4,8% menjadi Rp3,10 triliun, sementara beban pencadangan berhasil ditekan hingga 28,7% berkat pengelolaan kredit yang prudent dan penurunan impairment charges.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan bahwa tahun 2025 merupakan momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat fundamental di tengah kondisi pasar yang dinamis.
“Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan pada sejumlah lini bisnis kami yang terus menunjukkan perkembangan. Kami juga secara disiplin mengelola biaya serta mengoptimalkan struktur pendanaan, dengan pengelolaan risiko yang kuat, sehingga profitabilitas kami meningkat, diiringi kualitas aset yang semakin sehat, serta neraca yang lebih resilien,” ujar Steffano.
Pencapaian sepanjang 2025 ini juga menandai tuntasnya implementasi strategi transformasi tiga tahun M25+ yang berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan kapabilitas organisasi. Menatap masa depan, Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, mengungkapkan bahwa grup kini meluncurkan strategi baru bernama ROAR30 sebagai rencana lima tahun yang ambisius untuk mengakselerasi pertumbuhan dan keberlanjutan.
“Strategi ini dibangun di atas momentum yang telah diciptakan melalui M25+ yang berfokus pada percepatan pertumbuhan, penguatan kapabilitas bisnis dan teknologi, serta keberlanjutan Maybank untuk generasi mendatang. Kami akan menjalankan ROAR30 dengan mengedepankan misi Humanising Financial Services, yang diwujudkan melalui penawaran berbasis nilai dan fokus pada tiga tujuan utama, yaitu menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong penguatan ekonomi riil,” jelas Dato’ Sri Khairussaleh Ramli.
Dari sisi penyaluran dana, kredit nonritel tumbuh 5,2% Y-o-Y yang dipicu oleh segmen komersial dan UKM, meskipun total kredit terkoreksi tipis 3,1% menjadi Rp123,64 triliun akibat strategi rebalancing portofolio korporasi Global Banking. Namun, kualitas aset menunjukkan perbaikan dengan rasio NPL gross yang turun menjadi 2,2%.
Perbankan Syariah Maybank Indonesia juga tampil gemilang dengan kenaikan PBT sebesar 104,0% menjadi Rp847 miliar, yang mempertegas ketahanan model bisnis Bank secara menyeluruh dalam mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.