Jawab Tekanan AI dan Disrupsi, TEDxSampoerna University 2026 Ajak Gen Z Temukan Nilai Diri

Oleh : Nina Karlita | Kamis, 26 Februari 2026 - 23:26 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan disrupsi teknologi yang mengubah peta dunia kerja, Sampoerna University kembali menggelar TEDxSampoerna University 2026. 

Mengusung tema “AfterAll: What Remains Beneath”, ajang ini akan berlangsung pada 7 Maret 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, menghadirkan delapan pembicara terkurasi untuk menginspirasi Generasi Z Indonesia agar menemukan nilai diri dan arah hidup di era penuh ketidakpastian.

Tekanan terhadap Gen Z kian nyata. Laporan OECD 2025 mencatat 60,6 persen siswa mengaku khawatir belum siap menghadapi kehidupan pasca pendidikan formal. 

Kekhawatiran itu diperparah oleh derasnya arus AI yang menggeser lanskap pekerjaan, serta tekanan media sosial yang memicu perbandingan diri tanpa henti. Di titik inilah tema “AfterAll: What Remains Beneath” mengajak generasi muda berhenti sejenak—merenungi fondasi nilai yang benar-benar menopang hidup mereka.

“Tema ini mengajak kita berhenti sejenak dan bertanya: ‘Di tengah hiruk-pikuk perubahan, apa fondasi yang benar-benar menopang hidup kita?’ Lebih dari sekadar refleksi, tema AfterAll: What Remains Beneath mendorong kita meninjau kembali nilai inti, kemanusiaan, dan relasi yang kita bangun. Karena pada akhirnya, ketika pencapaian dan tren datang silih berganti, yang tersisa adalah diri kita sendiri,” ujar Nathanael Aaron, Project Leader TEDxSampoerna University 2026.

Menjelang acara puncak, TEDxSampoerna University 2026 menggelar Pre-Event berupa workshop “Unshakeable You: Redefining Your Value in an Uncertain World” pada 26 Februari 2026. 

Sesi ini dibawakan oleh Irvandias Sanjaya, Konsultan Karier, dengan pendekatan personal dan praktis agar mahasiswa mampu mengeksplorasi nilai diri, mengenali kekuatan personal, serta membingkai ulang kecemasan masa depan menjadi strategi pengembangan diri yang konkret.

“Dengan memahami nilai yang mereka anut sebagai kompas moral, mereka menjadi lebih mampu berpikir secara deliberatif dan tetap rasional dalam menghadapi ketidakpastian karier, persaingan AI, dan juga tekanan media sosial. Melalui kegiatan ini, mereka didorong mengenali apa yang benar-benar mereka yakini agar setiap keputusan ke depan lebih selaras dan berdampak positif. Baik itu pilihan jurusan hingga arah karier dan kehidupan jangka panjang,” ujar Dias.

Pada Main Event 7 Maret 2026, delapan pembicara terkurasi akan membahas isu-isu relevan bagi Gen Z melalui tiga subtema utama yang dikembangkan sesuai latar profesional masing-masing. Rangkaian topik dirancang untuk memperluas wawasan, mendorong berpikir kritis, serta memantik sikap proaktif dalam merespons tantangan dan menciptakan perubahan positif.

Salah satu pembicara, Tara Susanto-Joseph, Co-Founder Bumiterra, akan membawakan topik **“Personal Choices, Public Impact: Choosing What We Serve.”

“Di balik semua prestasi dan usaha yang sudah kita raih bahkan dipamerkan di media sosial, sebenarnya kita dihadapkan pada pilihan di mana itu bisa menguntungkan diri sendiri atau menguntungkan semua orang. Kita juga perlu ingat bahwa sebagai manusia, kita memiliki self-awareness yang membuat kita tidak bisa terlepas satu sama lain. Apalagi di era disrupsi saat ini, kita justru harus melihat teknologi dan AI sebagai alat untuk membantu, bukan sebagai kompetisi. Karena tanpa keselarasan antara manusia dan teknologi, perjalanan hidup kita tidak akan bisa berjalan lancar,” cerita Tara.

Sejak 2021, Sampoerna University menjadi tuan rumah TEDxSampoerna University, tak sekadar sebagai penyelenggara, tetapi juga fasilitator ruang dialog bermakna bagi mahasiswa dan generasi muda.

“Penyelenggaraan TEDxSampoerna University tahun ini mencerminkan komitmen kami terhadap kesuksesan mahasiswa bukan hanya dari segi akademis saja, tetapi juga dari segi kesejahteraan dan perkembangan personalnya secara menyeluruh," kata Erik Krauss, Vice Rector of Student Success, Sampoerna University.

"Kami melihat bahwa mahasiswa dan Gen Z berada di posisi yang unik di mana mereka tumbuh di tengah disrupsi, sehingga mereka merasakan langsung bagaimana teknologi mengubah segalanya dengan cepat, menavigasi ekspektasi yang tinggi dari berbagai sisi, dan juga paling sadar soal isu kesehatan dan kesejahteraan mental. Dan di tengah ketidakpastian inilah generasi muda mengambil inisiatif dengan berani menyuarakan gagasan, membangun kolaborasi, dan menghadirkan perubahan bahkan dari langkah-langkah kecil yang konsisten,”  tambah Erik.

TEDxSampoerna University 2026 terbuka untuk umum dengan harga pre-sale Rp95.000. Acara ini menjadi ruang relevan bagi Gen Z untuk memperkuat nilai diri, memaknai peran teknologi dan AI, serta merancang masa depan yang lebih selaras—bukan sekadar adaptif.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →