Anomali Pergerakan Harga TRAM Ketika IHSG Melemah

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 25 Agustus 2017 - 09:28 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga saham PT Trada Maritim Tbk (TRAM) mengalami kenaikan 33,11% menjadi Rp197 per unit pada perdagangan Kamis (24/08/2017). Kondisi tersebut berlawanan dengan pergerakan IHSG yang turun 33% ke posisi 5.894.

Dibalik anomali pergerakan harga tersebut, Reza Priyambada, analis Binaartha Sekuritas, mencoba menganalisis kenaikan harga TRAM. Menurut Reza, kenaikan harga TRAM pada perdagangan kemarin karena para pelaku pasar merespon positif berbagai aksi korporasi perseroan yang terkait dengan penyelesaian utang.

“Pasar merespon positif terhadap langkah penyelesaian utang TRAM sehingga kinerja operasional perseroan tersebut kedepan menjadi terlihat lebih baik,” ujar Reza di Jakarta, Kamis (24/08/2017) petang.

Seperti diketahui, perseroan telah menjual kapal dan menggunakan suntikan dana tambahan dari para pemegang sahamnya untuk melunasi utang kepada Bank ICBC yang jatuh tempoi pada 2015 bernilai total US$8,276 juta dan ditargetkan lunas pada 30 September 2017. Utang tersebut terdiri dari utang perseroan bernilai US$4,003 juta dan utang anak usahanya, yakni PT Agate Bumi Tanker, senilai US$4,273 juta.

Hingga kini, langkah perseroan menjual aset berupa kapal sudah cukup berpengaruh terhadap kinerja TRAM. Pada laporan keuangan per 30 Juni 2017, perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 27% dari sebelumnya US$14,3 juta menjadi US$10,5 juta. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →