SEA Boulder League 2026 Resmi Digelar di Jakarta: Ardana Cikal Pimpin Lahirnya Generasi Baru Panjat Tebing Indonesia

Oleh : Candra Mata | Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:01 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Dalam beberapa tahun terakhir, bouldering di Indonesia berkembang pesat dan semakin terstruktur. Dukungan komunitas, fasilitas latihan yang kian baik, serta lahirnya atlet muda berprestasi menunjukkan bahwa olahraga ini telah melampaui sekadar hobi dan menjadi jalur kompetitif menuju level regional dan internasional.

Salah satu sosok menonjol adalah Ardana Cikal Damarwulan. Di usia 15 tahun, ia akan bertanding di SEA Boulder League 2026 yang memulai putaran perdananya di Boulder Planet Indonesia, Jakarta. Sebelumnya, Cikal meraih medali emas kategori men’s lead climbing pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun lalu, menegaskan potensinya di level internasional.

Bagi Cikal, perjalanan sebagai atlet adalah proses jangka panjang. “Saya masih belajar ingin menjadi pemanjat seperti apa. Bersaing secara rutin melawan atlet-atlet kuat dari berbagai negara membantu saya memahami kelemahan saya dan apa yang perlu saya tingkatkan. Kompetisi seperti ini di Indonesia sangat penting, bukan hanya untuk perkembangan saya, tetapi juga bagi para atlet dan komunitas,” ujarnya.

SEA Boulder League 2026 menjawab kebutuhan akan sistem kompetisi yang konsisten dan terstandarisasi. Terdiri dari tiga seri di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, liga ini menghadirkan lebih dari 180 atlet dari 13 negara dalam satu sirkuit regional profesional. Melalui kategori Novice, Intermediate, dan Open, liga ini dirancang sebagai platform pengembangan jangka panjang dengan jalur progres yang jelas.

Sebagai tuan rumah pembuka, Boulder Planet Indonesia berperan strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan panjat tebing regional. Director Boulder Planet Indonesia, Ronald Fedora Pudjiono, menegaskan pentingnya akses kompetisi bagi atlet lokal. “Bertanding di negara sendiri memberi atlet kami eksposur berharga tanpa hambatan logistik dan finansial untuk bepergian ke luar negeri. Dengan kompetisi tingkat tinggi yang digelar secara rutin, mereka dapat mempertajam performa, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri lebih matang untuk panggung internasional,” jelasnya.

Dari sisi teknis, Chief Route Setter SEA Boulder League 2026 dan Head Route Setter Boulder Planet Singapore, Brandon Gwee, menekankan pentingnya konsistensi standar rute. “Penataan rute bukan hanya membuat tantangan menjadi sulit, tetapi memastikan setiap problem benar-benar merefleksikan kemampuan atlet dan mendorong perkembangan mereka. Konsistensi standar inilah yang membantu atlet mengukur progres secara objektif,” ungkapnya.

Event Director SEA Boulder League, Patrice Claire Bayo Verosil, menegaskan liga ini sebagai sistem berkelanjutan. “Wilayah ini memiliki banyak talenta. Maka dari itu mereka membutuhkan sistem yang konsisten dan platform yang dapat diandalkan. Peran kami adalah memastikan wadah tersebut hadir setiap musim, sehingga atlet muda seperti Cikal memiliki jalur perkembangan yang jelas untuk terus bertumbuh.”

Dengan total hadiah lebih dari Rp100 juta dan semangat “The World Will Know Us”, SEA Boulder League diharapkan menjadi katalis lahirnya lebih banyak talenta Asia Tenggara yang siap bersaing di panggung global serta memperkuat ekosistem panjat tebing yang kompetitif dan berkelanjutan.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →