Hadiri Puncak HPN 2026, Muhaimin Iskandar: Jurnalisme Tak Boleh Kalah oleh Algoritma

Oleh : Candra Mata | Senin, 09 Februari 2026 - 12:51 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Serang - Banten, Sejumlah pejabat negara menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang menjadi bagian dari rangkaian agenda perayaan HPN tahun ini. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, serta Gubernur Banten Andra Soni. Acara diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari sambutan kepala daerah hingga penyerahan anugerah kepada insan pers berprestasi.

Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan peran krusial pers yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, pers tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi harus tampil sebagai suluh peradaban dan motor perubahan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Cak Imin menekankan bahwa jurnalisme yang berpijak pada verifikasi dan etika merupakan fondasi utama agar pers tetap relevan di tengah derasnya arus teknologi digital dan kecerdasan artifisial. Di era ketika miliaran keputusan diambil oleh mesin dan algoritma setiap detik, arah demokrasi dan masa depan bangsa, kata dia, tetap harus berada di tangan kualitas media dan pers nasional.

“Jurnalisme tidak pernah netral dalam dampaknya. Ia dapat menjadi kekuatan yang membuka kabut kebingungan arah, sekaligus menjadi motor perubahan,” ujarnya. Karena itu, kepentingan bangsa tidak pernah terlepas dari cara pers bekerja, menjaga nuraninya, serta memaknai tanggung jawab sejarahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pers yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan teknologi tanpa dibarengi kualitas dan mutu berisiko kehilangan maknanya. Tanpa sentuhan manusia, jurnalisme akan kehilangan empati. Tanpa verifikasi dan etika, ia berpotensi melahirkan informasi yang menyesatkan dan penuh halusinasi. Dan tanpa keberpihakan pada kebenaran, pers akan semakin jauh dari publiknya sendiri.

Dalam konteks inilah, Cak Imin menilai pers yang berorientasi pada manusia atau human centered journalism menjadi sangat penting. Masyarakat, menurutnya, tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi juga informasi yang akurat, jujur, dan mampu memberi arah kebaikan. Oleh sebab itu, jurnalisme tidak boleh kalah oleh algoritma.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial seharusnya tidak menggerus nilai-nilai jurnalisme maupun merusak ekosistem dan ekonomi media massa. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti nurani. Kekuatan pers sejati, kata dia, bersumber dari daya kritis yang konstruktif.

Pers yang menjunjung tinggi kebenaran, keberimbangan, serta tanggung jawab publik diharapkan mampu memainkan peran strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan pemahaman masyarakat. Selain itu, pers juga dituntut aktif meluruskan hoaks, melawan disinformasi, serta menghadirkan informasi berbobot yang tidak hanya layak dibaca, tetapi juga mampu menggerakkan hati nurani publik.

Menurut Muhaimin, informasi yang berkualitas akan melahirkan publik yang cerdas. Publik yang cerdas pada gilirannya akan memperkuat ekonomi yang berdaulat, dan ekonomi yang berdaulat menjadi fondasi utama bagi terwujudnya bangsa yang kuat.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →