Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Budaya, President University Resmikan Indonesia–China Partnership Institution (ICPI-PU)
INDUSTRY.co.id - Cikarang - Dalam rangka memperkuat kolaborasi pendidikan dan budaya, President University meresmikan Indonesia–China Partnership Institution (ICPI-PU) sekaligus pendirian Indonesia Sinology Center di President Executive Club, Cikarang pada 15 Januari 2026.
Peresmian ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Indonesia–China High Level Dialogue on Sinology, China Studies, and People-to-People Exchange, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama akademik, riset, serta pertukaran antar-masyarakat (people-to-people exchange) antara Indonesia dan Tiongkok.
Hadir dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji selaku Ketua Yayasan Pendidikan Universitas President (YPUP). Dari unsur rektorat dan YPUP, hadir Prof. Dr. Ir. Chairy, S.E., M.M., serta Dr. Dra. Fennieka Kristianto, S.H., M.H., M.A., M.Kn, selaku Kepala Sekretariat Rektorat President University.
Acara ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS(K), selaku Ketua Majelis Wali Amanat Fakultas Kedokteran President University beserta jajarannya, serta Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A(K)., M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran President University.
Dari Indonesia-China Partnership Institution (ICPI) President University, hadir Prof. Chandra Setiawan selaku Ketua beserta jajarannya. Turut hadir pula Roy Wong, alumni President University asal Tiongkok sekaligus Wakil Ketua Industry and Talent Development Center (ITDC), serta Li Lizhen, M.A., Pendiri dan Direktur PT Gama Glass Solusindo sekaligus alumna President University.
Kehadiran para tokoh diplomasi turut memperkuat kegiatan ini, antara lain Duta Besar Al Busyra Basnur, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika (2019–2025), serta Duta Besar Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia.
Dari kalangan akademisi internasional, hadir Prof. Xu Baofeng, Direktur World Sinology Center of Beijing Language and Culture University. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi mitra, yakni Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App.Sc., Ph.D., Rektor Universitas Maranatha, serta Dr. Sutrisno, S.IP., M.Si., Rektor Institut Nalanda.
"Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) menyampaikan dukungan penuh atas pendirian Indonesia–China Partnership Institution-President University (ICPI-PU). Kami memandang ICPI-PU sebagai wadah penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan, riset, dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok, yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga strategis bagi hubungan antarbangsa di masa depan," ucap Ketua YPUP, Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji.
Prof. Budi mengatakan, YPUP juga memberikan kebebasan dan dukungan penuh bagi seluruh aktivitas ICPI-PU untuk memanfaatkan fasilitas Gedung President Executive Center (PEC) sebagai ruang pengembangan gagasan, kolaborasi, dan inovasi. "Kami berharap PEC dapat menjadi rumah intelektual yang terbuka, dinamis, dan produktif bagi seluruh kegiatan ICPI-PU President University kedepannya," imbuh Prof. Budi.
"Kami juga berharap kerja sama antara President University dan Beijing Language and Culture University tidak berhenti pada pendirian Sinology Center semata, tetapi dapat terus berkembang ke berbagai bidang lainnya, seperti pendidikan lintas disiplin, penelitian kolaboratif, pengembangan talenta industri, serta pertukaran dosen dan mahasiswa," tambahnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed mengatakan bahwa inisiatif ini menjadi bagian penting, tidak hanya untuk membangun relasi yang bersifat formal, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita memperkuat kerja sama-kerja sama yang lebih esensial, yang memungkinkan kedua negara dapat terus bergandengan tangan dalam memajukan peradaban bangsa, dengan pendidikan sebagai salah satu instrumennya.
"Karena itu, sekali lagi saya menyampaikan apresiasi atas peluncuran dan pembentukan Lembaga Kemitraan Indonesia Tiongkok yang diprakarsai oleh para pimpinan di President University, termasuk pimpinan dan sahabat saya, Pak Profesor Chandra Setiawan, yang sejak awal berkomunikasi dengan saya serta hadir dalam pembentukan lembaga ini," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Stella Christie mengungkapkan, kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia adalah kerja sama yang sangat penting.
"Saya rasa akan ada banyak sekali yang terjadi dengan berdirinya ICPI-PU, dan kita sangat menantikan kehadiran dari partner-partner kita lebih banyak lagi. Kita berharap dengan kehadiran ICPI-PU segala sesuatu yang kita lakukan bersama antara Indonesia dan Tiongkok akan berjalan lebih lancar lagi dan membuahkan hasil yang baik dan banyak, baik bagi masyarakat Indonesia maupun bagi masyarakat Tiongkok," kata Wamen Stella.
Ketua ICPI-PU President University, Prof. Dr. Drs. Chandra Setiawan, M.M., Ph.D menjelaskan, secara sederhana, ICPI-PU President University adalah sebuah jembatan strategis dan wadah kerja sama nyata antara Indonesia dan Tiongkok. Lembaga ini dirancang untuk menghubungkan dan memperkuat kolaborasi di berbagai bidang utama,yaitu Ekonomi, Industri, Perdagangan, Sosial-Budaya, Pendidikan, Investasi, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
"ICPI-PU President University hadir untuk menjadi mitra bagi semua pihak yakni pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, dan masyarakat. Kami berkomitmen untuk memberikan dampak nyata melalui Tridharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan yang relevan, Penelitian yang aplikatif, dan Pengabdian Masyarakat yang solutif," kata Prof. Chandra.
Prof Xu Baofeng, Director of World Sinology Center of Beijing Language Culture University mengatakan, Pusat Sinologi Indonesia adalah sebuah jembatan pengetahuan, yang bertujuan untuk mendorong kajian Tiongkok berbasis lokal Indonesia secara sistematis dan terlembaga, serta melatih kekuatan akademik yang tidak hanya mendalami budaya Tiongkok tetapi juga memiliki perspektif Indonesia.
"Lembaga ini juga merupakan sebuah platform dialog, yang akan memajukan pertukaran setara antara sarjana Indonesia dan komunitas Sinologi global, agar kearifan unik yang berdasarkan pengalaman Indonesia dan observasi terhadap Tiongkok dapat menyatu ke dalam spektrum pengetahuan dunia untuk memahami Tiongkok," ujar Prof Xu Baofeng.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan, lahirnya Lembaga Kerja Sama Indonesia–Tiongkok (ICPI-PU) merupakan momen strategis karena dapat berperan sebagai jembatan yang memperkuat koneksi antar masyarakat, sekaligus menjaga mutual trust agar tetap terpelihara. "Melalui berbagai program dan kegiatannya, ICPI-PU diharapkan mendorong dialog, saling pengertian, dan kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan," kata Djauhari.
Pendirian Sinology Center di President University merupakan upaya membangun jembatan pengetahuan yang menghubungkan akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas; yang mampu mengurangi kesalahpahaman, memperdalam kepercayaan, dan memperkaya dialog. Inisiatif ini diharapkan menjadi platform strategis bagi pengembangan kajian Tiongkok (Sinologi), peningkatan pemahaman lintas budaya, serta penguatan kolaborasi pendidikan dan penelitian antara kedua negara.