Indonesia Ngebut di Industri Halal, Menperin Agus Optimistis Salip Malaysia dalam Waktu Singkat

Oleh : Ridwan | Kamis, 01 Januari 2026 - 09:00 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memfokuskan pengembangan industri halal nasional seiring potensi ekonomi yang dimiliki sektor tersebut. Industri halal dinilai menjadi salah satu motor pertumbuhan baru yang mampu mendorong daya saing manufaktur Indonesia di tingkat global.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, berdasarkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) 2024/2025, Indonesia berhasil mempertahankan peringkat ketiga dunia dalam ekosistem ekonomi halal global. Bahkan, Indonesia mencatat kenaikan skor tertinggi dibanding negara lain, yakni +19,8 poin, sehingga total skor mencapai 99,9.

“Ini menunjukkan bahwa arah kebijakan industri halal kita sudah berada di jalur yang tepat. Potensinya sangat besar dan kami akan fokus menggarap sektor ini secara serius,” ujar Menperin di Jakarta, kemarin.

Dia optimistis, jika Indonesia secara konsisten memperkuat aspek manufaktur halal, khususnya dengan menyisir rantai produksi di negara-negara Islam yang memproduksi produk halal, maka posisi Indonesia berpeluang melampaui negara-negara yang saat ini berada di atasnya.

“Kalau kita konsisten, hanya butuh waktu singkat untuk menyusul Malaysia. Saya sangat yakin dengan itu,” tegasnya.

Dalam laporan SGIER tersebut, kinerja Indonesia di sejumlah sektor halal tercatat menonjol. Sektor modest fashion Indonesia bahkan berhasil menempati peringkat pertama dunia, mengungguli Malaysia dan Turki. Capaian ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri fesyen muslim global.

Sementara itu, pada sektor farmasi dan kosmetik halal, Indonesia berada di peringkat kedua dunia, tepat di bawah Malaysia. Adapun untuk sektor makanan halal, Indonesia menempati peringkat keempat, berada di bawah Malaysia, Singapura, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Menperin Agus menilai, penguatan kebijakan industri, peningkatan kapasitas manufaktur halal, serta konsistensi regulasi akan menjadi kunci untuk mendorong Indonesia naik peringkat dan menjadi pemain utama dalam ekonomi halal global.

"Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia serta basis industri yang terus berkembang, Indonesia diyakini memiliki modal kuat untuk menjadi pusat produksi halal dunia dalam beberapa tahun ke depan," tutupnya.