BCA Siapkan Uang Tunai Rp42,1 Triliun untuk Periode Natal dan Tahun Baru 2026

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Desember 2025 - 16:42 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan kebutuhan uang tunai sebesar Rp42,1 triliun pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Proyeksi ini meningkat dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya, sejalan dengan tren transaksi tunai yang terjaga stabil menuju akhir tahun. 

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan, BCA memastikan kesiapan layanan perbankan, baik melalui penyediaan uang tunai, berbagai produk, dan layanan agar nasabah dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman selama periode libur Natal dan Tahun Baru. 

"Kami harap ketersediaan uang tunai pada periode tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat dalam memenuhi berbagai keperluannya. BCA juga menghadirkan berbagai promo selama periode Nataru, demi mendukung perputaran yang di masyarakat sehingga akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.” kata Hendra. 

Selain mengantisipasi peningkatan transaksi melalui penyiapan uang tunai dan berbagai produk serta layanan, BCA menyiapkan berbagai promo menarik akhir tahun via program BCA Year End Salebration 2025 yang berlangsung hingga 4 Januari 2026. 

Program ini menghadirkan berbagai penawaran menarik dan diskon hingga 50% untuk beragam produk seperti fesyen & lifestyle, hotel, gadget & elektronik, travel, e-commerce, hingga makanan dan minuman dari berbagai merchant favorit. 

Proyeksi kebutuhan uang tunai selama periode Nataru kali ini dihitung untuk periode 21 Desember 2025 (H-4 Natal) hingga 4 Januari 2026. Berdasarkan analisis internal, peningkatan kebutuhan uang tunai akan mulai terlihat pada 22 Desember 2025, dengan puncak transaksi tarik tunai pada 31 Desember 2025. 

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →