AFS GFLN 2025: Kolaborasi Bina Antarbudaya dan SKK Migas Dorong Generasi Muda Berdaya Saing Global

Oleh : Candra Mata | Jumat, 19 Desember 2025 - 19:31 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Yayasan Bina Antarbudaya terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan generasi muda Indonesia melalui program AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2025, hasil kolaborasi strategis dengan SKK Migas dan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS/K3S). Program ini secara khusus menyasar siswa SMA/sederajat usia 15–17 tahun di wilayah operasi hulu migas, dengan fokus pada penguatan kepemimpinan global, keberagaman, dan pembangunan berkelanjutan.

Global Digital Program Specialist Yayasan Bina Antarbudaya, Fani Salsabila, menjelaskan bahwa yayasan ini berdiri sejak tahun 1985 dan salah satu pendirinya adalah Taufik Ismail, bersama para alumni pertukaran pelajar pada masanya. Sejak berdiri, Bina Antarbudaya telah mengirimkan lebih dari 4.400 pelajar Indonesia ke luar negeri dan menerima lebih dari 1.800 pelajar asing ke Indonesia.

“Saat ini kami tidak hanya mengoneksikan pelajar antarnegara, tetapi juga antarprovinsi, agar siswa-siswi SMA dapat berjejaring lebih dekat, lebih intens, dan saling belajar dalam konteks keberagaman Indonesia,” ujar Fani.

Komitmen Yayasan Bina Antarbudaya adalah menciptakan pemimpin masa depan. Momentum kolaborasi dengan SKK Migas dimulai pada audiensi pertengahan tahun 2025 yang membahas pengembangan masyarakat di sektor pendidikan.

“Gagasan kami sejalan dengan visi SKK Migas, yaitu pengembangan masyarakat melalui pendidikan, khususnya bagi generasi muda di wilayah operasi hulu migas,” tambahnya.

Tahap Seleksi Nasional

Program ini diawali dengan sosialisasi langsung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Jambi) dan Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur), yang menjangkau lebih dari 1.500 siswa. Dari proses pendaftaran nasional, tercatat 365 pendaftar dari sekitar 10 wilayah operasi K3S, mulai dari Aceh hingga Kepulauan Tanimbar.

Seleksi dilakukan melalui esai berbahasa Inggris dengan tiga tema utama: Innovation and Sustainability, Collaboration and Diversity, serta Motivation and Opportunity. Dari proses ini terpilih 55 peserta yang kemudian mengikuti online sessions selama 4 minggu dengan modul berbahasa Inggris dan fasilitator internasional.

“Materi kami banyak menekankan soft skills, kepemimpinan, pengenalan diri, serta pembelajaran lintas budaya,” jelas Fani.

In-Person Workshop dan Kunjungan Edukatif

Kegiatan in-person workshop berlangsung sejak 15 Desember 2025 di Jakarta dan sepenuhnya dibiayai oleh K3S SKK Migas. Peserta mengikuti rangkaian workshop intensif, kunjungan ke Depo LRT Jakarta, Fakultas Teknik Universitas Indonesia, SKK Migas, serta beberapa perusahaan sponsor. Kunjungan ke Museum Nasional juga dilakukan untuk memperkuat pemahaman sejarah dan budaya Indonesia.

Program ditutup dengan Capstone Project Presentation, di mana peserta mempresentasikan ide proyek berbasis kebutuhan daerah masing-masing.

“Ide-ide yang dipresentasikan sangat beragam dan aplikatif. Harapannya, beberapa di antaranya dapat benar-benar diimplementasikan di masa depan,” ujar Fani.

Salah satu peserta, Hayana Fiza, siswi SMK Negeri di Tanjung Jabung Timur, Jambi, mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini berangkat dari minat pada bidang STEM dan isu pembangunan.

“Saya tertarik karena program ini sangat relevan dengan STEM dan membuka wawasan saya di luar apa yang saya pelajari di sekolah,” tuturnya.

Ia juga menyoroti materi yang tidak pernah ia temui sebelumnya, seperti stereotypes and generalization, yang memperluas cara pandangnya terhadap keberagaman.

“Materi-materi ini membuat pengetahuan saya jauh lebih luas dan membantu saya memahami perbedaan secara lebih bijak,” katanya.

Dalam Capstone Project, Hayana dan kelompoknya mengangkat isu pernikahan usia dini dan pemberdayaan perempuan, dengan solusi berupa platform digital yang dapat diakses remaja di seluruh Indonesia.

“Semoga proyek kami bisa benar-benar berjalan dan bermanfaat bagi perempuan dan remaja di Indonesia,” harap Hayana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sponsor, “Terima kasih kepada PetroChina International Jabung. Tanpa dukungan ini, mungkin saya tidak akan mendapatkan pengalaman luar biasa seperti sekarang.”

Perspektif SKK Migas: Investasi Masa Depan

Sejalan dengan tujuan utama program untuk menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki daya saing global, CSR Specialist SKK Migas, Fadhilah menyampaikan, "Kolaborasi ini lahir untuk memberi kesempatan akses pendidikan berkualitas, terutama di wilayah operasi hulu migas. Diharapkan peserta mampu meningkatkan kemampuan komunikasi dan memahami isu keberlanjutan, serta industri migas. Dalam hal ini, membantu koordinasi antara KKKS dengan Bina Antarbudaya."

Fadhilah menambahkan, "Kami senang berkolaborasi dengan Bina Antarbudaya yang memastikan kualitas pengalaman belajar bagi peserta."

Kolaborasi dengan Yayasan Bina Antarbudaya dinilai tepat karena kesamaan visi dan jejaring global yang dimiliki yayasan tersebut.

“Ini adalah proyek pertama kami, dan kami melihat hasil yang sangat positif. Ide-ide adik-adik sangat inovatif dan menjawab kebutuhan nyata di daerahnya,” ungkap Fadhilah.

Ia berharap program ini dapat berlanjut dan menjadi inspirasi bagi wilayah operasi K3S lainnya.

“Kami tidak ingin ide-ide ini berhenti di presentasi. Harapannya, bisa dieksekusi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →