Amar Bank Bisnis Bantu Arus Kas Film Lebih Rapi, Makin Siap Masuk Radar Investor

Oleh : Erni S | Senin, 08 Desember 2025 - 14:05 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta - PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank), bank digital yang berfokus pada segmen retail dan UMKM, memperkuat langkahnya dalam mendukung ekosistem kreatif Indonesia. Melalui peluncuran perdana Amar Bank Bisnis di JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank, Minggu (30/11/2025) di Yogyakarta, Amar Bank menghadirkan solusi pengelolaan keuangan yang dirancang khusus untuk kebutuhan rumah produksi dan produser film.

Platform ini memungkinkan pelaku industri memantau arus kas, mengelola anggaran per proyek, hingga membangun rekam jejak finansial yang lebih terukur dan transparan, aspek penting yang semakin dibutuhkan seiring pertumbuhan pesat industri film nasional.

Solusi Digital untuk Industri Kreatif yang Dinamis 

Peluncuran Amar Bank Bisnis menegaskan komitmen Amar Bank untuk hadir lebih dekat dengan cara kerja UMKM dan pelaku industri kreatif. Layanan ini dirancang sebagai solusi keuangan yang praktis, cepat, dan tepat guna, terutama bagi sektor berbasis proyek seperti industri film yang dikenal memiliki pola pengeluaran kompleks dan sangat dinamis.

Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, menjelaskan bahwa keterlibatan Amar Bank dalam ekosistem film berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. “Industri film terus berkembang, tetapi tantangan finansialnya juga makin kompleks. Karena itu, Amar Bank Bisnis kami hadir sebagai solusi yang memahami ritme kerja produksi film mulai dari kebutuhan pembayaran yang cepat, kontrol anggaran yang ketat, sampai pelaporan yang transparan,” ujar Josua di Plaza Stage JAFF Market 2025 Powered by Amar Bank.

Josua menegaskan bahwa Amar Bank Bisnis tak hanya ditujukan untuk sektor ekonomi kreatif atau industri perfilman semata, tetapi juga untuk segmen UMKM secara lebih luas, yang sama-sama membutuhkan sistem pengelolaan keuangan rapi dan efisien.

Pertumbuhan Industri Film Perlu Sistem Keuangan yang Andal 

Produksi film nasional diproyeksikan mencapai 200 judul pada 2028, menandakan berkembangnya kebutuhan akan sistem keuangan digital yang mudah digunakan dan mampu mengimbangi kompleksitas pembiayaan film. Dengan anggaran yang besar serta alur dana yang kerap berubah seiring fase produksi, platform seperti Amar Bank Bisnis menjadi infrastruktur penting untuk menjaga alur kas tetap terkendali.

Fitur Unggulan Amar Bank Bisnis 

Amar Bank Bisnis menghadirkan sistem pengelolaan keuangan terintegrasi yang disesuaikan untuk industri kreatif berbasis proyek. Fitur-fitur utamanya meliputi:

  1. Pantau Keuangan Real-Time - Seluruh pemasukan dan pengeluaran tercatat otomatis. Produser dapat memantau arus kas dan mengendalikan anggaran langsung melalui smartphone.
  2. Pinjaman Bisnis Cepat dan Efisien - Produser dapat mencari produk pinjaman yang sesuai untuk proyek film dan mengajukannya secara online, lengkap dengan unggah dokumen dan estimasi tanggapan resmi dalam 10 hari kerja.
  3. Kelola Multi-Rekening dalam Satu Platform - Rumah produksi bisa membuat rekening terpisah untuk tiap proyek atau departemen, namun tetap memantau semuanya secara terpusat dan real-time.
  4. AI Insight untuk Analisis Performa - Seluruh laporan keuangan tersimpan aman di Brankas, sementara AI otomatis menganalisis performa proyek dan menilai kesiapan pengajuan pendanaan berikutnya.
  5. Tanpa Biaya Awal dan Administrasi - Tidak ada setoran awal, biaya bulanan, atau penalti saldo minimum.

Dengan fitur-fitur tersebut, Amar Bank Bisnis tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional harian, tetapi juga membantu rumah produksi membangun rekam jejak finansial yang kredibel. Ini menjadi faktor penting dalam proses penilaian kelayakan pembiayaan oleh investor maupun lembaga keuangan.

Rekam Jejak Finansial Jadi Kunci Meyakinkan Investor 

Produser dan pemilik Miles Films, Mira Lesmana, menekankan pentingnya manajemen keuangan dalam panel diskusi “The Missing Script: Saat Manajemen Keuangan jadi Adegan yang Hilang” di JAFF Market 2025.

Menurutnya, proses produksi film tak hanya berlandaskan kreativitas, tetapi juga ketelitian dalam pengelolaan anggaran — mulai dari estimasi jumlah penonton, penyusunan proposal anggaran untuk investor, hingga pengaturan arus kas dan dana cadangan.

“Investor perlu diyakinkan bahwa dana yang mereka berikan dikelola dengan baik. Dengan pencatatan yang jelas, mereka bisa melihat bagaimana dana digunakan. Ini penting untuk menjaga kepercayaan mereka,” ungkap Mira. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan pelaku industri kreatif  menjadi semakin penting karena konsekuensi finansial produksi film sangat besar dan beragam.

Sebagai mitra utama JAFF Market 2025, Amar Bank melihat bahwa perbankan digital harus berperan sebagai infrastruktur pendukung yang menyatu dengan kebutuhan industri, bukan sekadar penyedia layanan.

Soft launch Amar Bank Bisnis menjadi tahap awal Amar Bank untuk memperdalam kolaborasi dengan sektor kreatif dan menghadirkan solusi finansial yang relevan, sehingga kreativitas dapat tumbuh berdampingan dengan keberlanjutan bisnis.

Erni S

Redaksi

Erni S adalah seorang jurnalis dan sekretaris redaksi di Industry.co.id. ia menjadi salah satu kontributor paling produktif. Spesialisasinya mencakup berbagai bidang, dengan fokus utama pada sektor hiburan, industri, dan iptek. Tulisannya dikenal luas karena kemampuannya mengulas isu-isu terkini dengan gaya yang informatif dan mudah dipahami oleh pembaca lintas kalangan. Di luar dunia hiburan, Erni S juga aktif menulis tentang perkembangan industri nasional, teknologi, pariwisata, dan sektor keuangan menjadikannya salah satu penulis yang yang paling berpengaruh bagi kemajuan Industry.co.id.

Lihat semua artikel →