Mentan Amran Lepas 207 Truk Bantuan Senilai Rp34,8 Miliar untuk Korban Banjir Sumatra

Oleh : Ridwan | Kamis, 04 Desember 2025 - 15:42 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas keberangkatan 207 truk bantuan logistik senilai Rp34,8 miliar untuk masyarakat terdampak banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kamis (4/12). Bantuan dikirim menggunakan jalur laut dan udara untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau dalam waktu cepat.

Dalam acara pelepasan bantuan di Jakarta, Mentan Amran menyebutkan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah bersama mitra strategis. Ia mengatakan Presiden telah menerima laporan mengenai total nilai bantuan yang disiapkan Kementerian Pertanian dan mitra, yakni mencapai Rp75 miliar.

“Kementan peduli bersama mitra strategis. Bapak Presiden telepon, kami laporkan bahwa total bantuan Rp75 miliar. Hari ini kita berangkatkan Rp34,8 miliar dalam bentuk barang yang dibutuhkan saudara-saudara kita yang terdampak,” ujar Amran.

Bantuan yang dikirim pagi ini meliputi kebutuhan siap saji dan barang esensial lainnya, seperti beras, minyak goreng, gula, air mineral, susu, sosis, mie instan, sarden, kopi, teh, pakaian, pembalut, hingga telur. Seluruh bantuan bersumber dari cadangan pemerintah, kontribusi pegawai Kementan, serta dukungan mitra usaha.

“Ada yang menyumbang beras 25 ton, minyak goreng 35 ton, gula 38 ton, susu 1.780 dus, air mineral 2.480 dus, dan banyak lainnya sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Amran.

Bantuan didistribusikan melalui dua moda antara lain, Kapal perang TNI AL untuk jalur laut, Pesawat Hercules A-1333 untuk jalur udara melalui Bandara Halim Perdana Kusuma. Sementara tiga truk dengan total tiga ton bantuan diterbangkan terlebih dahulu untuk menjangkau wilayah paling terisolasi.

Amran menyampaikan bahwa kebutuhan beras di Tapanuli Tengah menjadi prioritas setelah ia meninjau langsung kondisi di lapangan. “Kami sudah ACC 5.000 ton beras untuk pengungsian, dan kami siapkan cadangan tiga kali lipat agar tidak ada satu pun masyarakat kekurangan beras,” tuturnya.

Sebelumnya, bantuan telah disalurkan ke beberapa wilayah, termasuk Rp3 miliar untuk masyarakat Tapanuli Tengah, Paket bantuan pangan untuk Aceh senilai Rp67,5 miliar berupa 5.000 ton beras, Bantuan Rp7,16 miliar minyak goreng. Dengan tambahan bantuan hari ini, total bantuan yang telah dan sedang digulirkan mencapai Rp107,6 miliar.

Amran menegaskan bahwa distribusi bantuan di wilayah terisolasi harus dilakukan tanpa hambatan administrasi. “Kami lihat sendiri mereka antre rapi, mengambil satu-satu tanpa syarat KTP. Karena itu distribusi harus cepat dan tanpa birokrasi yang menghambat,” jelas Mentan.

Untuk memastikan operasi kemanusiaan berjalan 24 jam, Kementan dan Bapanas menugaskan Satgas gabungan di tiga provinsi terdampak. Semua satuan kerja Kementan di daerah ditetapkan sebagai posko resmi.

Mentan juga memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman. “Cadangan beras kita 3,8 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Beras sudah berada di provinsi masing-masing dan siap diambil begitu ada permintaan dari gubernur atau wali kota,” ujar Amran.

Ia menegaskan bahwa proses distribusi bantuan tidak boleh berhenti. “Saudara-saudara kita tidak punya waktu menunggu. Ini darurat. Kami siap 24 jam dan seluruh tim tetap di lapangan sampai distribusi selesai,” pungkasnya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →