Sore ini, IHSG Ditutup pada Posisi 5.880

Oleh : Abraham Sihombing | Selasa, 22 Agustus 2017 - 17:14 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di posisi 5.880 pada akhir perdagangan Selasa (22/08/2017) ini, naik 0,3% atau 19 poin dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sehari sebelumnya di level 5.861. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di kisaran 5.862-5.885.

Penguatan IHSG di akhir perdagangan sesi kedua hari ini ditopang oleh kenaikan harga 165 saham. Disamping itu, terdapat pula 307 saham mengalami penurunan harga, 127 saham stagnan dan 125 saham tidak ditransaksikan sama sekali.

Total nilai transaksi perdagangan saham di BEI sepanjang hari ini tercatat sebesar Rp6,66 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 9,14 miliar unit saham. Sementara itu, investor asing melakukan aksi beli saham bersih (net buying) sebesar Rp324 miliar, tetapi diikuti dengan volume penjualan saham bersih (net selling volume) sebanyak 384 juta unit saham.

Sebanyak delapan dari 10 indeks sektoral BEI menghijau. Indeks sektor pertambangan mengalami kenaikan tertinggi, yaitu sebesar 0,97%, atau 14,62 poin ke posisi 1.521. Kemudian diikuti oleh indeks sektor industri dasar dan indeks sektor pertanian yang masing-masing terangkat 0,68% dan 0,58%.

Saham-saham LQ45 yang mengalami kenaikan harga dan menjadi top gainers adalah saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang harganya naik 6,8% atau Rp190 menjadi Rp2.990 per unit, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang harganya meningkat 3,7% atau Rp550 menjadi Rp15.225 per unit dan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang harganya terangkat 3,7% atau Rp70 menjadi Rp1.980 per unit.

Sementara itu, saham-saham LQ45 yang menjadi top losers adalah saham PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang harganya turun 2,9% atau Rp45 menjadi Rp1.485 per unit, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) yang harganya tergerus 2,7% atau Rp30 menjadi Rp1.095 per unit dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang harganya terpangkas 2,5% atau Rp1.800 menjadi Rp70.500 per unit. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →