Kementan Berangkatkan 61 Petani Muda Magang ke Taiwan, Perkuat Regenerasi Petani Indonesia

Oleh : Ridwan | Rabu, 05 November 2025 - 17:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengirim 61 petani muda Indonesia untuk mengikuti program magang pertanian selama satu tahun di Taiwan. 

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat regenerasi petani dan mencetak SDM pertanian yang kompeten serta berdaya saing global.

Pemberangkatan dilakukan Selasa (11/4/2025) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, bekerja sama dengan Indonesian Economic and Trade Office (IETO), Taiwan Economic and Trade Office (TETO), serta difasilitasi oleh KDEI Taiwan. 

Program ini telah berjalan sejak 2019 dan menjadi salah satu upaya berkelanjutan pengembangan kapasitas petani muda Indonesia.

Para peserta akan ditempatkan di berbagai lokasi pertanian modern di Taiwan, mencakup komoditas tanaman pangan, hortikultura, peternakan, hingga agrowisata. Selain praktik lapangan, mereka juga akan belajar manajemen usaha tani, teknologi pertanian mutakhir, dan kewirausahaan agribisnis.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa regenerasi petani adalah fondasi masa depan pertanian Indonesia.

“Kita harus menyiapkan petani muda yang tangguh dan berwawasan global. Mereka akan menjadi motor penggerak pertanian modern menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Amran.

Menurutnya, pertanian kini menawarkan peluang besar, mulai dari teknologi digital, mekanisasi, hingga bisnis pangan yang terus berkembang. Karena itu, Kementan terus mendorong minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya regenerasi petani untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Saat ini rata-rata usia petani di Indonesia telah melewati 45 tahun, sementara kebutuhan produksi pangan terus meningkat.

“Tanpa keterlibatan generasi milenial dan Gen Z, sektor pertanian akan kesulitan beradaptasi dengan perubahan zaman. Program magang luar negeri ini menjadi kunci meningkatkan kompetensi dan wawasan global petani muda,” ujar Idha.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Tedy Dirhamsyah menyampaikan bahwa pengalaman di Taiwan akan menjadi bekal berharga bagi peserta.

“Regenerasi petani tidak hanya slogan. Kita siapkan mereka dengan ilmu, teknologi, dan etos kerja pertanian dari negara maju,” ujar Tedy.

Ia berharap peserta menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dan mampu mengembangkan usaha pertanian modern berbasis inovasi.

Program ini juga disaksikan Atase Pertanian Taiwan, Mr. Kai. Setibanya di Taiwan, peserta akan mengikuti orientasi tiga hari sebelum ditempatkan di lokasi magang masing-masing.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →