Cita Tenun Indonesia Rayakan Filosofi Tenun Nusantara dalam Ruang LIMINAL di Jakarta Fashion Week 2026

Oleh : Nina Karlita | Kamis, 30 Oktober 2025 - 13:19 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta — Perkumpulan Cita Tenun Indonesia (CTI) kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan wastra Nusantara melalui presentasi mode bertajuk “LIMINAL” di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2026, yang digelar di Pondok Indah Mall 3, Jakarta.

Namun, pagelaran ini bukan sekadar peragaan busana. “LIMINAL” merupakan ruang ambang — tempat tradisi dan modernitas berdialog, di mana benang-benang tenun menjadi simbol transisi antara masa lalu dan masa kini.

Dalam konsep “LIMINAL”, CTI ingin mengajak publik melihat tenun tidak hanya sebagai karya tekstil, tetapi juga sebagai penjaga ingatan kolektif dan ekspresi spiritual masyarakat Nusantara. Setiap daerah menenun dengan teknik, warna, dan filosofi yang berbeda, namun semuanya lahir dari relasi antara manusia, alam, dan kepercayaan.

“Ketika tenun berpindah dari ruang tradisi ke ruang mode, ia tidak kehilangan makna, melainkan membuka ruang baru untuk lahirnya interpretasi dan dialog kreatif,” demikian semangat yang diusung CTI dalam koleksi ini.

Untuk menghadirkan makna tersebut, CTI menggandeng empat label mode terkemuka Indonesia:
The Rizkianto membuka pertunjukan dengan reinterpretasi Tenun Garut dari Jawa Barat.
Moral menafsirkan Tenun Lombok, menghadirkan sentuhan kontemporer yang tetap berakar pada tradisi.
Danny Satriadi menghidupkan kembali pesona Tenun Songket Sambas dari Kalimantan Barat dengan pendekatan modern dan elegan.
Sebagai penutup, Wilsen Willim memvisualisasikan Tenun Putussibau khas Suku Iban dari Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dalam bentuk yang melambangkan keluwesan budaya.

Keempat koleksi tersebut bukanlah hasil akhir, melainkan dialog terbuka antara tradisi dan masa kini, yang terus menghidupkan kembali nilai-nilai luhur tenun dalam konteks mode modern.

Didirikan pada 28 Agustus 2008, Cita Tenun Indonesia telah menjadi motor pelestarian dan pengembangan tenun Nusantara. Melalui program pembinaan di 28 kabupaten/kota di 14 provinsi, CTI berfokus pada pelatihan perajin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka tanpa meninggalkan kearifan lokal.

Program satu tahun ini melibatkan praktisi dan desainer profesional guna memperkenalkan metode kerja yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus memperluas wawasan para perajin tentang pasar mode global.

Tahun ini, CTI juga menjalin kolaborasi dengan Yayasan Kawan Lama melalui program “Aram Berkelala Tenun Iban” (Mari Berkenalan dengan Tenun Iban) di Putussibau, Kapuas Hulu. Program ini berfokus pada pelestarian Tenun Ikat dan Tenun Sidan, dua teknik menenun yang sarat makna spiritual dan berkaitan erat dengan alam sekitar.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →