BNI Siapkan Premi Hedging Call Swap Option 0,6 Persen

Oleh : Wiyanto | Senin, 21 Agustus 2017 - 13:46 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menilai adanya instrumen hedging atau lindung nilai terbaru yaitu call swap option daninteres rate swap, menjadi pilihan bagi nasabah valas.

Direktur Tresuri & Internasional BNI Panji Irawan mengatakan, untuk mendukung transaksi hedging tersebut, pihaknya menandatangai perjanjian dengan nilai US$10juta untuk tenor dua bulan bersama Bank Indonesia.

"Tanda tangan untuk hedging call spread option sebesar US$10juta untuk tenor dua bulan," kata dia di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Panji menjelaskan, premi yang dikutip dari setiap transaksi hedging call swap option sebesar 0,6%. Keunggulan hadging produk ini, nasabah boleh mencancel transaksi, jika tanpa hedging tidak ada masalah terhadap nilai tukar.

Oleh karena itu, lanjut dia, nasabah yang menggunakan produk ini, dapat segera menjualnya. Ini berbanding terbalik pada hadging feature dan swap yang tidak bisa dijual.

"Premi call spread itu beda suku bunga saja, tapi masuk unsur volatilitas. Premi 0,6% per dua bulan, dihitung dari nominal, dan beli fleksibel," katanya.

Adapun target market hedging call swap option, kata dia, tidak hanya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saja, pihak swasta pun boleh mengambil posisi call swap option.

Ia pun meminta BUMN yang punya utang untuk hedging, meskipun saat ini stabilitas ekonomi membaik. "Kurs stabil, kadang terlena, prinsip begitu ada bahaya meminimalisir. BUMN harus meminimalisasi. Mungkin masih ada BUMN atau swasta keluar negeri untuk hadging, ini opsi," katanya.

Wiyanto

Redaktur

Wiyanto Lulusan UIN Syarif Hidayatullah dan kini menempuh jenjang Megister Ekonomi Islam di Paramadina. Meliput sektor keuangan dan Pertanian serta sektor riil. Tulisan membantu masyarakat dan pemerintah dan investor memahami peta ekonomi secara menyeluruh

Lihat semua artikel →