DBS Foundation Salurkan Dana Hibah Rp48 Miliar Untuk UMKM Perempuan dan Kaum Muda

Oleh : Candra Mata | Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:19 WIB · 5 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Kali ini, DBS Foundation menggandeng dua mitra strategis baru, Yayasan Mercy Corps Indonesia dan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia). Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan akses perempuan pelaku usaha mikro dan kecil terhadap literasi keuangan, layanan perbankan, manajemen bisnis, dan pemasaran digital. 

Di sisi lain, program ini juga membekali kaum muda khususnya perempuan dan penyandang disabilitas dengan keterampilan kerja, informasi peluang karier, serta edukasi perencanaan keuangan guna meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan ekonomi masa kini. Peresmian kerja sama ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Bank DBS Indonesia, Mercy Corps Indonesia, dan Plan Indonesia.

Inisiatif ini merupakan bagian dari visi jangka panjang DBS Foundation sejak 2023 yang menargetkan pendanaan hingga SGD 1 miliar selama sepuluh tahun di Asia, dengan fokus pada dua pilar utama, fostering inclusion dan providing essential needs. Pada Januari 2025, DBS Indonesia bersama DBS Foundation juga telah memulai kolaborasi pembangunan sosial perdana senilai SGD 9 juta (setara lebih dari Rp100 miliar) bersama The Asia Foundation, Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, serta Dicoding.

“DBS Foundation hadir dengan visi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat rentan, termasuk kaum muda dan perempuan yang memiliki keterbatasan akses. Dengan dana hibah Rp48 miliar yang dikucurkan untuk program ini, kami percaya dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Selain memberikan bantuan pendanaan, kami juga memastikan seluruh program kemitraan ini dapat menciptakan dampak jangka panjang bagi seluruh penerima manfaat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan. Tentunya seluruh upaya ini sejalan dengan pilar keberlanjutan kami yang ketiga, Impact Beyond Banking,” ujar Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.

Meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pengusaha Mikro

Peran perempuan dalam sektor usaha mikro dan kecil semakin signifikan. Menurut data Kementerian UMKM, hingga 2024 terdapat lebih dari 66 juta unit UMKM di Indonesia, berkontribusi 61 persen terhadap PDB nasional atau senilai Rp9.580 triliun. Sebanyak 99 persen dari total tersebut merupakan usaha mikro, dan 64 persen dimiliki atau dikelola oleh perempuan.

Namun demikian, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan masih tertinggal dibandingkan laki-laki, masing-masing di angka 65,58 dan 65,73 persen, sementara laki-laki berada pada 67,32 dan 67,53 persen.

Data Mercy Corps Indonesia (2022) mengungkapkan bahwa hanya 51 persen perempuan pengusaha mikro dan kecil di wilayah perkotaan memiliki rekening aktif yang digunakan dalam enam bulan terakhir. Meskipun 98 persen dari mereka telah memiliki smartphone dan akses internet, pemanfaatannya untuk pengembangan usaha masih sangat terbatas, penggunaan mobile banking (31 persen), dompet digital (30 persen), dan marketplace (32 persen).

Menanggapi hal ini, DBS Foundation dan Yayasan Mercy Corps Indonesia menginisiasi program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs. Program dua tahun ini menargetkan 40.000 perempuan dan anak muda pemilik/pengelola usaha mikro dan kecil di Semarang, Surabaya, dan Medan. Fokus utamanya mencakup pelatihan dan pendampingan dalam literasi digital, manajemen keuangan, akses produk dan layanan keuangan formal, serta strategi pemasaran digital.

“Yayasan Mercy Corps Indonesia memiliki misi membantu masyarakat pulih dari krisis dan menjadikannya peluang untuk memperbaiki kualitas hidup. Kami melihat dari banyak perempuan yang memiliki/mengelola usaha mikro dan kecil, mayoritas belum memiliki literasi keuangan dan akses produk dan layanan keuangan yang memadai. Padahal, literasi keuangan yang baik dapat membantu mereka mengambil keputusan bijak, mengurangi risiko, dan meningkatkan kesehatan dan ketahanan keuangan mereka. Itulah sebabnya kami sangat menyambut baik kolaborasi bersama DBS Foundation dan Bank DBS Indonesia, karena kami percaya kerja sama ini akan memperluas dampak positif sekaligus memberikan lebih banyak ruang bagi perempuan dan anak muda pemilik/pengelola usaha mikro dan kecil untuk berkembang,” ujar Ade Soekadis, Executive Director Yayasan Mercy Corps Indonesia.

Membuka Akses dan Peluang untuk Kaum Muda Marginal

Selain perempuan pelaku usaha, kelompok muda marginal juga menjadi fokus utama program DBS Foundation. Berdasarkan data BPS 2024, sekitar 20 persen atau 9 juta penduduk usia 15-24 tahun berstatus NEET (Not in Education, Employment, or Training). Sementara itu, partisipasi angkatan kerja perempuan (55 persen) masih tertinggal jauh dibanding laki-laki (84 persen). ILO juga mencatat bahwa mayoritas pengangguran penyandang disabilitas adalah kaum muda berusia 15–34 tahun.

Untuk menjawab tantangan ini, DBS Foundation berkolaborasi dengan Plan Indonesia melalui program You Rise (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered). Selama dua tahun, program ini menargetkan 100.000 peserta muda usia 18–29 tahun di Jakarta, Medan, dan Surabaya, dengan proporsi 60 persen perempuan dan 3 persen penyandang disabilitas. Program ini akan mengintegrasikan pelatihan keterampilan kerja, literasi keuangan, serta akses peluang kerja, guna membantu kaum muda membangun masa depan yang lebih cerah.

“Kaum muda memegang peran penting sebagai agen perubahan sekaligus cerminan masa depan bangsa. Oleh karena itu, dukungan terhadap mereka adalah investasi bagi kemajuan bersama. Tantangan ketenagakerjaan dan keterbatasan akses kerja tidak seharusnya menjadi penghalang, melainkan pemicu bagi kita untuk bergerak mencari solusi. Melalui program literasi finansial dan peningkatan keterampilan kerja bersama DBS Foundation, kami berkomitmen membantu mereka lebih siap bersaing. Kami percaya, ketika pintu kesempatan dibuka seluas-luasnya, kaum muda akan tumbuh menjadi kekuatan transformasi yang membawa perubahan nyata,” ujar Dini Widiastuti, Executive Director Plan Indonesia.

Seluruh upaya ini berkontribusi dalam membawa Bank DBS Ltd (Bank DBS) meraih penghargaan World’s Best Bank for Corporate Responsibility untuk kedua kalinya dari Euromoney pada Juli 2025 lalu.

Candra Mata

Redaksi

Candra Mata adalah seorang jurnalis dan wartawan di media cetak dan portal berita online nasional bernama Industry.co.id, tercatat aktif sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis yang mengulas berbagai perkembangan sektor industri di Indonesia.Fokus Liputan: Artikel berita yang ditulisnya banyak berfokus pada kebijakan ekonomi, aktivitas ekspor-impor, program investasi nasional, perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), hingga inovasi Industri Kecil Menengah (IKM)

Lihat semua artikel →