Rekor Baru IHSG dan Kapitalisasi Pasar Warnai Perdagangan BEI Pekan Ini
INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pada Jumat (10/10), Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan dua instrumen utang terbaru dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, yakni Obligasi Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap IV dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Dian Swastatika Sentosa Tahap IV Tahun 2025. Kedua instrumen ini masing-masing memiliki nilai nominal sebesar Rp256.700.000.000 untuk obligasi dan Rp1.243.300.000.000 untuk sukuk.
Kedua efek tersebut memperoleh hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), dengan peringkat idAA (Double A) untuk obligasi dan idAA(sy) (Double A Syariah) untuk sukuk. PT Bank KB Indonesia Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam penerbitan ini.
Dengan pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2025 mencapai 142 emisi dari 75 emiten dengan total nilai sebesar Rp166,24 triliun. Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI kini mencapai 644 emisi, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp526,35 triliun dan USD129,79 juta, diterbitkan oleh 137 emiten.
Selain itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal mencapai Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta, serta telah tercatat sebanyak 7 emisi Efek Beragun Aset (EBA) dengan total nilai Rp2,13 triliun.
Sementara itu, data perdagangan saham di BEI selama sepekan (6—10 Oktober 2025) mayoritas menunjukkan tren positif. Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yang naik sebesar 12,48% menjadi Rp28,15 triliun dari Rp25,02 triliun pada pekan sebelumnya.
Frekuensi transaksi harian juga turut mengalami peningkatan sebesar 11,83%, menjadi 2,93 juta kali transaksi dari 2,62 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI pun naik sebesar 3,19%, menyentuh rekor tertinggi menjadi Rp15.560 triliun dari Rp15.079 triliun.
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan kenaikan 1,72% ke level 8.257,859 dari 8.118,301 di pekan sebelumnya. Namun, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 14,88%, menjadi 42,318 miliar lembar saham dari 49,717 miliar lembar saham.
Adapun, investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp728,91 miliar, namun secara akumulatif sepanjang tahun 2025, masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp53,49 triliun.