Menperin Agus Bocorkan Target Besar Industri Manufaktur Siap Dongkrak Ekonomi RI Tembus 8%

Oleh : Ridwan | Kamis, 02 Oktober 2025 - 16:30 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY co.idJakarta – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita optimis kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional akan semakin kuat hingga akhir tahun 2025. 

Optimisme ini didorong oleh resiliensi pelaku industri dalam menghadapi dinamika global sekaligus dukungan penuh pemerintah dalam memperkuat daya saing sektor manufaktur.

Menurut Agus, peran industri manufaktur sebenarnya bisa lebih besar jika sektor-sektor terkait juga dihitung secara komprehensif. 

“Kami terus konsolidasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar data kontribusi industri bisa lebih tepat. Industri ekspor dan padat karya akan menjadi tulang punggung utama dalam memperbesar kontribusi manufaktur bagi ekonomi nasional,” ujarnya di Jakarta.

Menperin Agus menegaskan bahwa sinergi lintas kementerian, khususnya dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menjadi faktor krusial dalam menjaga momentum pertumbuhan industri.

“Kebijakan Pak Menkeu Purbaya sangat friendly bagi penguatan industri. Dengan dukungan fiskal dan regulasi yang tepat, transformasi industri menuju struktur ekonomi kokoh dan berdaya saing global akan lebih cepat terwujud,” jelas Menperin.

Target Besar 2026: Industri Jadi Penggerak Ekonomi

Untuk tahun 2026, Kemenperin menargetkan, Kontribusi industri manufaktur terhadap PDB: 18,66%, Pertumbuhan PDB industri manufaktur: 6,52%, Investasi sektor manufaktur: Rp852,9 triliun, Produktivitas tenaga kerja: 129,3 juta orang per tahun, Kontribusi terhadap ekspor nasional: 74,85%

Target ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Astacita Presiden Prabowo, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di atas 8%.

Dengan daya saing tinggi, kapasitas produksi yang terus meningkat, dan dukungan kebijakan yang solid, pemerintah yakin sektor manufaktur akan tetap menjadi penggerak utama perekonomian nasional sekaligus tulang punggung ekspor Indonesia.

“Industri bukan hanya soal angka, tapi juga soal masa depan ekonomi bangsa. Kami bertekad membawa Indonesia menuju struktur ekonomi yang lebih kuat, modern, dan berdaya saing global,” tutup Agus.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →