Mentan Amran Siap Jadikan Kaltara “Lumbung Pangan Perbatasan” & Pintu Emas Ekspor ke Malaysia

Oleh : Ridwan | Selasa, 30 September 2025 - 07:15 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Tarakan – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah besar pemerintah menjadikan Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai lumbung pangan nasional sekaligus pintu ekspor komoditas strategis ke Malaysia.

Dalam kunjungan kerja di Tarakan, Mentan Amran memantau Gerakan Pangan Murah (GPM) beras SPHP serta membuka Pekan Daerah KTNA Kaltara 2025. 

Ia menilai posisi geografis Kaltara yang berbatasan langsung dengan Malaysia adalah “bonus strategis” yang harus dimanfaatkan.

Mentan Amran menegaskan paradigma lama di perbatasan harus diubah.

“Dulu perbatasan identik dengan selundupan pangan. Sekarang kita ubah: bukan lagi menjaga selundupan, tapi menanam komoditas strategis sendiri. Inilah pertahanan pangan sekaligus peluang ekspor terbaik bagi Indonesia,” ujarnya.

Komoditas potensial Kaltara seperti jagung, kakao, kelapa, dan kopi disebut mampu memenuhi pasar domestik sekaligus menembus pasar Malaysia.

Untuk mendukung program ini, pemerintah menyalurkan:

1. Tambahan anggaran Rp9,95 triliun tahun ini untuk perluasan tanam hingga 880 ribu hektare.

2. Dukungan perbankan sebesar Rp89 triliun.

3. KUR Pertanian lebih dari Rp100 triliun.

“Tahun depan anggaran pertanian reguler mencapai Rp40 triliun, terbesar sepanjang sejarah. Ini bukti nyata keberpihakan Presiden Prabowo Subianto pada sektor pertanian,” tegas Amran.

Amran optimistis, berkat program strategis, Indonesia segera swasembada pangan dalam waktu singkat.

“Kalau tidak ada aral melintang, tiga bulan ke depan kita bisa umumkan bahwa Indonesia sudah swasembada,” ujarnya penuh keyakinan.

Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menyampaikan apresiasi tinggi.

“Kami berterima kasih atas dukungan luar biasa Bapak Menteri. Semoga petani semakin sejahtera, dan Kaltara benar-benar jadi pusat pangan sekaligus komoditas ekspor,” katanya.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →