Belanda Penggila Bola
INDUSTRY.co.id - Pada hari Selasa lalu Johan Cruyff – 68 tahun, sang legenda sepak Bola dari Belanda. Ia sebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia sepanjang masa, didiagnosa menderita Kanker Paru-paru.
Ia menyatakan bahwa di dalam kehidupannya. Ia hanya KECANDUAN dalam dua hal. Bola dan Merokok. Ia juga menyatakan pula; BOLA telah membuat JOHAN CRUYFF jadi HIDUP sedang MEROKOK membuat ia jadi MATI.
Hal inilah yang mendorong mang Ucup hari ini untuk menulis tentang BOLA di Belanda
Penduduk Belanda adalah penggila bola atau Gibol (Gila-Bola). Bagi mereka, sepak bola sudah serupa agama atau ideologi. Bila rumah ibadah di Belanda pada umumnya selalu sepi, stadion sepak bola justru selalu penuh dengan pengunjung. Pada saat kejuaraan sepak bola dunia, ketika tim nasional Belanda tampil bermain, hampir seluruh negeri didominasi warna oranye (jingga).
Mereka menghias rumah dan jalan-jalan dengan bendera dan berbagai macam atribut berwarna jingga. Praktis, pada saat pertandingan, semua jalan di Belanda menjadi kosong dan sepi karena penduduknya asyik menonton pertandingan sepak bola. Orang Belanda tidak akan merasa puas apabila hanya bisa menang saja. Mereka mengharapkan lebih jauh dari itu, yakni permainannya juga harus cantik.
Tim Nasional Belanda, Oranje Elftal, atau kesebelasan Oranye, lebih dikenal dengan sebutan Oranye. Ternyata Indonesia pun pernah menggunakan “trikot” warna oranye. Pada saat itu, Indonesia masih berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Tim ini berhasil menjadi tim sepak bola pertama Asia yang bisa turut dalam kejuaraan sepak bola dunia di Paris pada tahun 1938.
Walaupun nama negara Belanda tidak sementereng Spanyol atau Brasil dan sampai sekarang Belanda belum pernah menjadi juara dunia, tetapi banyak pihak mengakui kalau tim nasional Belanda adalah tim sepakbola kelas dunia. Pada awalnya, tim nasional Belanda sering dicemooh sebagai tim sepak bola kaum petani – boer saja atau tim bodor atau tim Mikey Mouse.
Di era 1970, Belanda membuat gempar jagat persepakbolaan dengan satu taktik permainan sepak bola yang paling inovatif yang dikenal dengan nama totaalvoetbal (total football). Taktik ini pertama kali diperkenalkan oleh Rinus Michels. Totalvoetbal adalah sebuah “filosofi” permainan sepak bola.
Dalam taktik ini, setiap lini bergerak harmonis mendukung serangan dan membantu pertahanan. Dengan taktik inilah Belanda berhasil melenggang sampai ke final kejuaraan sepak bola dunia di tahun 1974. Belanda pada saat itu hanya kalah oleh Jerman, yakni kalah dalam adu tendangan penalti. Hal ini membuat mereka menjadi minder sampai tahun 2004, namun akhirnya Belanda mampu mengalahkan Swedia dalam pertandingan penalti pula.
Rinus Michels menilai bahwa pertandingan sepakbola itu sama dengan perang. Maka itu, slogan dari para pendukung tim nasional Belanda adalah “aanvalluuuu” – serbu atau serang! Tim nasional Belanda dikenal juga dengan sebutan La Naranja Mecánica, atau dalam bahasa Spanyol berarti The Orange Machine. Para pendukung kesebelasan Belanda juga telah menciptakan lagu hymne khusus bagi kesebelasannya, Hup Holland Hup.
Johan Cruyff, sang legenda dan seniman sepak bola, sukses mengusung dan menerapkan totaalvoetbal, baik sebagai pemain maupun pelatih. Keberhasilan Spanyol dan Klub Barcelona sehingga bisa berjaya sampai sekarang ini salah satunya karena menerapkan taktik Tiki-Taka. Taktik Tiki-Taka ini sebenarnya diadopsi dari sistem totaal voetbal yang diajarkan oleh Cruyff pada saat ia menjadi pelatih di Barcelona. Johan Cruyff berhasil mengantar Barcelona menjadi juara Divisi Primera tahun 1974.
Keberhasilan itu adalah gelar Divisi Primera Barcelona untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir. Karena itu, Cruyff lebih dikenal dengan El Savador atau Sang Juru Selamat. Tidak bisa dipungkiri bahwa Johan Cruyff adalah legenda sepak bola dunia yang bisa disejajarkan dengan Pele, Maradona, maupun Beckenbauer.
Bukan hanya para pemain sepak bola Belanda seperti Ruud Gullit, Dennis Bergkamp, Marc Overmars, Edgar Davids, Frank Ronald de Boer, dan Patrick Kluivert saja yang menjadi terkenal di dunia, tetapi para pelatihnya pun demikian. Misalnya Louis van Gaal, Frank Rijkaard, Dick Advocaat,dan Guus Hidink pun termasuk pelatih yang memiliki gaji tertinggi di dunia.
Gaji mereka rata-rata di atas Rp 75 miliar per tahun atau lima kali lipat jauh lebih besar daripada gaji perdana menteri Belanda, bahkan gaji presiden USA, Obama sekalipun, yang hanya menerima US$ 200.000 – sekitar tiga milyar rupiah per tahun. Mang Ucup.