Wuling Perkuat Industri Otomotif RI dengan Produksi 178 Ribu Unit, 40 Ribu Diantaranya Mobil Listrik
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Wuling Motors semakin memperkokoh eksistensinya di industri otomotif Indonesia dengan menghadirkan pabrik berteknologi tinggi di Cikarang, Bekasi. Kehadiran pabrik ini menegaskan bahwa Wuling tidak hanya menjual kendaraan, melainkan juga berkomitmen mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional.
Pabrik yang berdiri di atas lahan 60 hektar di Greenland International Industrial Center (GIIC) ini mulai beroperasi sejak 2017. Dengan fasilitas modern mulai dari Press Shop, Body Shop, Paint Shop hingga General Assembly, pabrik ini mampu memproduksi kendaraan dengan standar kualitas global.
Sejumlah pencapaian telah diraih dalam waktu singkat. Pada 2019, Wuling memperkenalkan Almaz sebagai SUV pintar pertama di Indonesia. Disusul pada 2022 dengan hadirnya Air ev, kendaraan listrik yang menjadi pionir produksi EV di Tanah Air.
Puncaknya pada 2024, Wuling meresmikan fasilitas MAGIC Battery Local Assembly, menjadikannya produsen Tiongkok pertama yang merakit baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Hingga Agustus 2025, total 178.366 unit kendaraan telah diproduksi dari pabrik Cikarang, dengan rincian 170.856 unit diserap pasar domestik dan 7.510 unit diekspor ke 20 negara. Menariknya, porsi kendaraan listrik mencapai 22% di dalam negeri (37.765 unit) dan bahkan mendominasi 48% dari ekspor (3.604 unit).
“Wuling hadir bukan sekadar menjual mobil, tapi membawa misi membangun merek yang memahami kebutuhan lokal, memproduksi di Indonesia, serta mentransformasi mobilitas melalui inovasi yang mudah diakses dan andal,” ungkap Vincent Wong, Executive Vice President SGMW Headquarters dalam GIIAS 2025.
Model yang diproduksi pun beragam, mulai dari ICE (Confero, Cortez, Alvez, Almaz, Formo, Formo Max), hybrid (Almaz Hybrid), hingga kendaraan listrik (Air ev, BinguoEV, Cloud EV, Mitra EV).
Dengan komitmen tersebut, Wuling bukan hanya menjadi pemain global yang berbisnis di Indonesia, tetapi juga bagian integral dari ekosistem otomotif nasional serta transisi menuju era elektrifikasi dan pasar ekspor yang lebih luas.