Lebih dari 20 Tahun Haji Robert Dedikasikan Hidup untuk Santri Tahfidz Al-Qur’an

Oleh : Nina Karlita | Minggu, 21 September 2025 - 22:27 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Kota Depok — Nama Haji Robert Nitiyudo Wachjo bukan hanya dikenal sebagai sosok dermawan, tetapi juga sebagai figur ayah bagi ribuan santri penghafal Al-Qur’an. 

Sejak tahun 2003, beliau mendedikasikan hidupnya untuk membangun dan mengembangkan Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ulumul Qur’an di Kota Depok, bekerja sama dengan Ustaz Jamaluddin Rojam selaku pembina pesantren.

Pesantren ini terbagi menjadi dua lembaga, yakni Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Puteri dan Pesantren Ulumul Qur’an Putra, yang hingga kini telah menjadi rumah bagi ribuan penghafal Al-Qur’an. 

Setiap harinya, lebih dari 700 santriwati dididik di pesantren putri dengan bimbingan sekitar 160 tenaga pengajar, sementara pesantren putra saat ini membina lebih dari 1.000 santri dan telah meluluskan ribuan hafidz sejak awal berdiri.

Tak hanya fokus pada pendidikan agama, Haji Robert juga memastikan para santri mendapatkan fasilitas terbaik. Mulai dari pembangunan masjid, ruang kelas, asrama nyaman, hingga sarana olahraga lengkap seperti stadion sepak bola, lapangan futsal, basket, dan badminton.

Kesehatan pun menjadi prioritas. Pesantren dilengkapi dengan klinik umum dengan tenaga dokter dan obat-obatan lengkap, serta klinik gigi khusus untuk mendukung kesehatan para santri. Semua infrastruktur tersebut dibangun sebagai wujud amal jariyah Haji Robert sekaligus bentuk kasih sayangnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bagi para santri dan pengajar, Haji Robert bukan sekadar donatur. Ia dipandang sebagai sosok orang tua yang mencurahkan perhatian penuh, baik secara moril maupun materil.

“Pak Haji memberikan bukan hanya materi, tetapi juga kasih sayang. Kami menganggap beliau sebagai orang tua. Sejak pesantren ini berdiri, semua fasilitas, dari asrama, klinik, hingga wakaf tanah yang jika digabungkan mencapai 4,5 hektar, adalah bentuk nyata kecintaan beliau kepada para penghafal Al-Qur’an,” ungkap Ustaz Jamaluddin Rojam.

Semangat Haji Robert dalam mengembangkan pesantren berakar dari pesan sang guru, Almarhumah Hj Taajus Sa’adah Sukmaya, yang berpesan agar selalu mencintai para penghafal Al-Qur’an. Pesan itulah yang menjadi sumber kekuatan beliau hingga bertahan lebih dari dua dekade dalam membangun generasi Qur’ani.

Kini, Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Ulumul Qur’an terus melahirkan generasi penerus yang tidak hanya menghafal, tetapi juga mengamalkan dan menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke masyarakat luas. Dedikasi Haji Robert menjadi teladan nyata bagaimana cinta kepada Al-Qur’an dapat diwujudkan dalam karya besar yang bermanfaat lintas generasi.