Kongres XVI IPI, Joko Santoso Terpilih Ketua Umum 2025–2028
INDUSTRY.co.id - Batam - Kongres XVI Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) yang digelar di Batam menegaskan pentingnya peran pustakawan di era kecerdasan buatan (AI).
Acara yang berlangsung dinamis ini juga menghasilkan keputusan penting, yaitu terpilihnya Joko Santoso sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IPI periode 2025–2028 melalui aklamasi.
Sidang pleno yang dipimpin presidium awalnya menetapkan dua nama bakal calon hasil penjaringan dari 34 pengurus daerah: Joko Santoso dan Adin Bondar.
Namun, Adin menolak dicalonkan sehingga forum sepakat menetapkan Joko Santoso secara aklamasi. Prosesi penyerahan Pataka IPI menjadi simbol peralihan kepemimpinan dari T. Syamsul Bahri, yang telah menuntaskan dua periode masa jabatan.
Dalam pidato perdananya, Joko Santoso menekankan bahwa pustakawan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Pustakawan adalah garda terdepan dalam pelayanan informasi dan pengetahuan. Di era AI, kompetensi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci. IPI siap menjadi mitra strategis Perpustakaan Nasional dalam menjalankan program prioritas,” ujarnya.
Joko juga menyampaikan program kerja ke depan, di antaranya advokasi sertifikasi profesi, penguatan regulasi, pendataan pustakawan, hingga pembangunan ruang virtual untuk koordinasi antarwilayah. Ia mengajak generasi muda pustakawan untuk aktif berkontribusi demi kemajuan dunia kepustakawanan nasional.
Ketua Umum IPI 2017–2025, T. Syamsul Bahri, berharap estafet kepemimpinan ini membawa IPI semakin relevan dengan perkembangan zaman. Sementara itu, Ketua Panitia Kongres XVI IPI, Herry Andrianto, menilai forum ini berhasil memberikan strategi baru menghadapi transformasi digital.
“Tema tentang peluang dan tantangan pustakawan di era kecerdasan buatan memberi arah bagi kita semua. Semoga IPI semakin dinamis dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.
Dengan terpilihnya Joko Santoso, IPI memasuki periode baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan pustakawan di era AI sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan di Indonesia.