Sinergi Riset BRIN, ABL dan BKI Tingkatkan Daya Saing Sektor Industri

Oleh : Kormen Barus | Sabtu, 13 September 2025 - 09:54 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id, Jakarta –Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) (BKI), dan PT Asian Bulk Logistics (ABL) menyepakati kerja sama strategis dalam riset, pengembangan, dan pemanfaatan inovasi di bidang pengujian, inspeksi, sertifikasi, serta klasifikasi.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan pada Kamis (11/9) di Gedung B.J. Habibie Jakarta, menjadi pijakan awal penguatan sinergi riset serta inovasi untuk mendukung daya saing industri nasional.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN R. Hendrian menegaskan, agar kerja sama ini diarahkan tidak hanya pada riset dan pengembangan, tetapi juga pemanfaatan nyata sektor industri.

“Pengembangan Multipurpose Decommissioning and Salvage Vessel (MDSV) misalnya, sangat relevan dengan posisi Indonesia sebagai negara maritim. Kapal multi-guna ini memiliki prospek komersial besar, sekaligus memperkuat daya saing bangsa melalui efisiensi dan kemandirian teknologi di bidang perkapalan,” ujarnya.

Hendrian menjelaskan, riset kapal MDSV ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan simbol kemandirian industri dalam menghadapi kebutuhan offshore yang semakin kompleks.

“Dengan satu kapal multi-purpose, berbagai kebutuhan bisa ditangani sekaligus, mulai dari penarikan bangkai kapal, penyelamatan maritim, hingga fungsi pendukung energi lepas pantai. Tentunya efisiensi luar biasa yang bisa menjadi kebanggaan bangsa,” tambahnya.

Menurutnya, kerja sama juga mencakup program penurunan emisi gas rumah kaca pada fasilitas Cargo Transfer Ship. Upaya tersebut penting mengingat industri maritim merupakan salah satu sektor penyumbang emisi global.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung agenda pengurangan emisi dunia. Sekaligus membuktikan bahwa inovasi teknologi bisa menghadirkan solusi ramah lingkungan,” jelas Hendrian.

Head of Commercial ABL, Jason Daniel Sudjoko menilai, MoU ini membuka peluang pengembangan proyek strategis yang berdampak luas. “Salah satunya MDSV sebagai hasil kolaborasi BRIN dan anak bangsa. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan offshore dengan tetap memperhatikan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya percaya kolaborasi ini akan memberikan manfaat ganda, baik untuk pelaku industri maupun bangsa Indonesia.

Sementara itu, Direktur Operasi Bisnis Komersial BKI, Erwin Ernanto Hoesni menegaskan, BKI tidak hanya berperan sebagai lembaga klasifikasi kapal, tetapi juga telah berkembang ke sektor TIC (Testing, Inspection, and Certification).

“Kolaborasi dengan BRIN akan memperkuat pemanfaatan hasil riset dan inovasi, mulai dari teknologi nuklir, energi dan manufaktur, hayati dan lingkungan, nanoteknologi dan material, hingga elektronika dan informatika. Pada akhirnya akan memberikan nilai tambah nyata bagi industri nasional,” jelasnya.

Dia yakin, kolaborasi ini tidak hanya memperkuat daya saing industri maritim dan energi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Teknologi iradiasi misalnya, yang termasuk dalam lingkup riset bersama, berpotensi meningkatkan mutu dan daya simpan produk pangan. Kemudian memperluas peluang ekspor buah, ikan, hingga rempah Indonesia.

“Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, hasil riset bisa langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi nasional,” ungkap Hendrian.

Melalui kerja sama, ia menegaskan peran BRIN sebagai penyedia teknologi nasional yang siap bermitra dengan industri untuk mempercepat hilirisasi riset.”Mendukung kemandirian bangsa, sekaligus menghadirkan solusi inovatif yang memberi dampak nyata bagi pembangunan Indonesia,” pungkasnya. (Sumber:BRIN)