Wapres Gibran Dukung Gerakan Ayo Mondok: Cetak Santri Melek Digital dan Berdaya Saing

Oleh : Nina Karlita | Jumat, 12 September 2025 - 21:05 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyatakan dukungannya terhadap Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok dalam upaya mencetak santri yang melek digital dan berdaya saing global. 

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Sekjen Gernas Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, dan Ketua Umum Gernas Ayo Mondok, KH Luqman Harist Dimyathi, di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (11/9).   Menurut Gus Hans, Wapres Gibran menekankan pentingnya pesantren mengambil peran lebih besar dalam mendidik santri agar adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk teknologi informasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan coding.   “Bapak Wakil Presiden berharap pesantren bisa menjadi pusat pendidikan digital, terutama di bidang IT, AI, dan coding,” kata Gus Hans dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).   Gus Hans mengungkapkan, pemerintah bersama pihak swasta tengah menyiapkan program pelatihan coding dan AI dengan target satu juta anak muda. Dari jumlah itu, pihaknya mengusulkan kuota 20 persen diperuntukkan bagi kalangan santri.   “Pesantren adalah wadah komplit untuk melahirkan generasi muda dengan akhlakul karimah, kecerdasan intelektual, serta kecintaan terhadap NKRI. Maka santri perlu mendapat kesempatan agar bisa adaptif dan berdaya saing,” jelas Pengasuh Ponpes Darul Ulum Jombang tersebut.   Sementara itu, Gus Lukman Harist menambahkan, Wapres Gibran juga berpesan agar pesantren semakin terbuka terhadap kritik dan masukan, khususnya dari wali santri yang kini lebih kritis dan detail dibandingkan era sebelumnya.   “Bapak Wapres mengingatkan bahwa pesantren harus siap menerima kritik dari wali murid, karena mereka kini lebih rigit dalam menyoroti perkembangan anaknya,” ungkapnya.   Dalam kesempatan yang sama, Gernas Ayo Mondok juga melaporkan rencana Rapat Koordinasi (Rakor) nasional yang akan digelar pada Oktober 2025. Rakor ini akan menghadirkan pengurus serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.   “Rakor nanti dikemas dalam bentuk silaturahim, taaruf, sekaligus menyinkronkan kebutuhan di lapangan. Rencananya juga akan ada pertemuan dengan Wapres di Kantor Wapres pada Oktober mendatang,” kata Gus Hans.   Ia menegaskan, pembahasan dengan Wapres tidak menyentuh ranah politik. Fokus utama adalah pengembangan pesantren agar mampu melahirkan santri yang siap bersaing di era digital.