Konsep Baru Red Hat Any Model, Any Accelerator, Any Cloud Siap Menjawab Kebutuhan AI di Masa Depan

Oleh : Hariyanto | Kamis, 31 Juli 2025 - 14:19 WIB · 4 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Transformasi berbasis AI kini menjadi agenda penting bagi pelaku industri. Dalam momentum ini, Red Hat telah memperkenalkan sejumlah inovasi terbaru di Red Hat Summit 2025, termasuk Red Hat AI Inference Server, yang merupakan sebuah lompatan besar untuk mendukung penerapan AI secara terbuka, fleksibel, dan aman.

Di Red Hat Summit 2025 yang dilaksanakan di Boston, di perkenalkan pesan baru yakni "Any model. Any accelerator. Any cloud (Model apapun. Akselerator apapun. Cloud apapun)". Ini merupakan hybrid cloud yang dirancang untuk era AI, dan semuanya didukung oleh open source.

Pada Red Hat Summit Media Briefing yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (30/7/2025) Vony Tjiu, Country Manager, Red Hat Indonesia membagikan bagaimana solusi dan ekosistem mitra Red Hat mendukung adopsi AI yang nyata dan berkelanjutan di Indonesia.

Vony Tjiu mengatakan, dengan transformasi yang pesat dalam ekonomi digital Indonesia dan didorong oleh adopsi AI dan cloud, menunjukan bahwa AI bukan lagi sekedar pilihan, melainkan penggerak pertumbuhan yang strategis dan cloud menjadi semakin mainstream.

"Disinilah Red Hat berperan membantu organisasi berinovasi dengan aman, dalam skala besar, dengan fleksibilitas open source, termasuk memberikan pelatihan talenta unggulan, Red Hat Academy di Asia Pasifik yang sudah melatih lebih dari 26.000 siswa di 1.450 institusi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.500 siswa dilatih di Indonesia hingga tahun 2025," ungkap Vony Tjiu.

Lebih lanjut, Vony Tjiu mengungkapkan bahwa Red Hat secara konsisten mempertahankan posisinya di pasar Hybrid Cloud, menjembatani investasi IT yang telah dilakukan di masa lalu dan siapa menjawab kebutuhan di masa yang akan datang, yaitu AI. Perusahaan-perusahaan mengandalkan Red Hat untuk membangun fondasi yang stabil menuju masa depan AI dan komputasi kuantum.

Portofolio Red Hat AI memperluas value dari hybrid cloud ke seluruh jejak baru AI: di workload AI Apapun, dimanapun dan bersiap menjadi platform untuk inovasi agentic AI. Dengan Red Hat AI Inference Server memungkinkan penggunaan generative AI untuk model apapun dan akselerator apapun di seluruh hybrid cloud. Distribusi vLLM Enterprise dari Red Hat menghadirkan interaksi AI yang lebih cepat dan berkinerja tinggi di berbagai akselerator hardware terkemuka serta model Generative AI yang terus berkembang dengan cepat.

"Kemampuan-kemampuan baru juga telah ditambahkan ke Red Hat OpenShift AI dan Red Hat Enterprise Linux AI guna memenuhi kebutuhan perusahaan akan skalabilitas, efisiensi, dan fleksibilitas untuk menjalankan AI dimanapun data mereka berada," kata Vony Tjiu.

Red Hat AI mencakup Red Hat Enterprise Linux AI untuk tuning model dan inferensi di lingkungan server Linux individu dan Red Hat OpenShift AI untuk lingkungan berbasis Kubernetes terdistribusi dengan kapabilitas MLOps yang terintegrasi. Fokus utama Red Hat adalah mendukung berbagai akselerator hardware, OEM, dan penyedia cloud untuk menciptakan platform yang stabil, optimal, dan berkinerja tinggi di seluruh infrastruktur.

"Red Hat juga menghadirkan Red Hat Enterprise Linux 10 yang mengintegrasikan container, AI, dan keamanan generasi berikutnya dalam satu platform. Sistem operasi ini hadir untuk menjawab beberapa tantangan seperti keterbatasan sumber daya dengan standarisasi dan stabilitas. Sehingga pelanggan dapat menekan biaya dan meringankan beban mereka di ekosistem Red Hat," ucap Vony Tjiu.

Tantangan lainya, lanjut Vony Tjiu, adalah akselerasi adopsi cloud sehingga Red Hat melakukan sejumlah perubahan mendasar pada RHEL 10. Disamping masalah ancaman keamanan yang terus berkembang seperti kerentanan bahkan ancaman baru dari komputer kuantum. Dan terakhir, AI kini menyentuh ke berbagai aspek kehidupan dengan potensinya seperti tak terbatas. 

"Generative AI khususnya, berkembang sangat pesat dan RHEL 10 membawa fitur-fitur mutakhir untuk memastikan bahwa Red Hat tetap berada digaris terdepan inovasi ini," ungkapnya.

Red Hat juga memperkuat sejarah panjangnya dalam teknologi virtualisasi. Pada tahun 2023, fokus pasar mulai bergeser ke migrasi platform. Dan Red Hat sudah berkembang dan beradaptasi untuk menjawab kebutuhan pasar melalui solusi OpenShift. OpenShift Virtualization berkembang berdasarkan feedback dari pelanggan platform lain. Red Hat melihat momentum peningkatan adopsi platform OpenShift.

Hariyanto

Redaksi

Herry adalah seorang jurnalis, kreator digital, dan editor yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan rekam jejak kariernya, ia pernah menjadi staf pendukung di portal berita Inilah.com dan aktif sebagai jurnalis serta editor untuk media ekonomi dan bisnis Industry.co.id.

Lihat semua artikel →