Bos TMMIN Akui Pasar Ekspor Masih Menggiurkan, Klaim Sudah Kapalkan Ratusan Ribu Unit
INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah melambatnya penjualan roda empat di pasar domestik, ekspor kendaraan Indonesia justru terus melaju.
Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor kendaraan roda empat meningkat 7% hingga pertengahan tahun 2025.
Sementara pada tahun 2024, Gaikindo mencatat jumlah ekspor roda empat hampir mencapai 500 ribu unit.
Hal tersebut diakui Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam. Menurutnya, saat ini pasar ekspor menjadi penopang pendapatan perusahaan produsen otomotif tersebut.
"Ekspor sekarang sudah berkontribusi ke pendapatan sampai 60%, 40% pasar domestik," kata Bob Azam disela-sela kunjungannya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 beberapa waktu lalu.
Dia menegaskan bahwa angka yang disebutkannya tersebut masih belum termasuk dengan ekspor komponen yang dilakukan oleh Perseroan di banyak wilayah di berbagai belahan dunia.
Hingga akhir tahun ini, Toyota menargetkan ekspor hingga 250 ribu unit kendaraan. Saat ini Bob menngeklaim bahwa Toyota sudah menjual separuhnya. “Ya sudah 50% lah.” tegasnya.
Lebih lanjut, Bob Azam menambahkan bahwa saat ini ekspor Toyota didominasi oleh produk-produk seperti Avanza, Veloz, Zenix dan juga Fortuner.
Ia menyebut hal ini membuat produsen otomotif asal negeri sakura ini jadi tahan banting di tengah anjloknya pendapatan domestik yang masih dihantui dengan lemahnya daya beli.
Tak hanya di Asia Tenggara, Toyota melakukan ekspansi ke berbagai negara bahkan hingga ke Benua Amerika.
“Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Tenggara. Kita sekarang kan sudah menjadi back up ekspor untuk Toyota Jepang," tutupnya.