Ajak Perguruan Tinggi Bangun Ruang Dialog Industri Hijau, Kemenperin Kembali Gelar AIGIS Goes to Campus
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar AIGIS Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan mengusung tema “Technology and Creative Solution for Greener Future’ pada Selasa (22/7).
Kegiatan AIGIS Goes to Campus ini merupakan bagian dari rangkaian The 2nd AIGIS 2025 yang akan digelar pada 20-22 Agustus 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Melalui program AIGIS Goes to Campus, Kemenperin aktif menjalin kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi untuk membangun ruang dialog, menyemai semangat inovasi, dan memperkuat literasi generasi muda dalam isu industri hijau dan keberlanjutan.
“Kehadiran Sobat AIGIS hari ini bukan sekadar simbolik. Setiap ide dan inovasi yang lahir dari ruang kampus memiliki potensi untuk menciptakan solusi nyata bagi tantangan industri dan lingkungan,” kata Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Andi Rizaldi di hadapan mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri yang hadir.
Menurut Andi, kampus adalah lingkungan yang strategis dalam menciptakan solusi berbasis teknologi dan kreativitas untuk masa depan Indonesia hijau.
“Kami percaya Universitas Binus juga memiliki potensi besar sebagai pelopor inovasi serta inkubator bagi green innovators masa depan,” imbuhnya.
AIGIS merupakan program strategis Kemenperin yang mengintegrasikan pendekatan kebijakan, teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi publik untuk mendorong percepatan transisi industri hijau di Indonesia.
AIGIS juga menjadi platform konsolidasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk mencapai pembangunan industri rendah karbon yang kompetitif secara global.
“AIGIS adalah gerakan bersama. Mari kita jadikan forum ini sebagai titik tolak perubahan. Di tangan generasi muda, terletak harapan atas transformasi industri yang adil, tangguh, dan berkelanjutan,” tegas Andi.
Pada AIGIS 2025, Kemenperin akan menginisiasi pembentukan Green Industry Service Company (GISCO). Tujuannya, menjadi agregator yang menjembatani antara kebutuhan industri dengan kemudahan akses dalam mengadopsi teknologi rendah karbon dan pendanaan hijau.
“GISCO akan menjadi motor penggerak dekarbonisasi industri dalam negeri, terutama bagi pelaku usaha yang menghadapi kendala investasi dalam penerapan teknologi hijau. Oleh karena itu, dengan GISCO, kita akan mempercepat transformasi industri menuju dekarbonisasi yang lebih masif dan efektif, terutama bagi sektor manufaktur yang menjadi tulang punggung industri dalam negeri,” pungkasnya.