Siswadhi Pranoto Loe: Anak Muda Harus Kuasai Ekspor Digital Sejak Dini

Oleh : Hariyanto | Jumat, 11 Juli 2025 - 09:50 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pakar logistik dan transformasi digital, Siswadhi Pranoto Loe, menekankan pentingnya pembekalan keterampilan ekspor digital kepada generasi muda Indonesia. Dalam era ekonomi global yang semakin terbuka, anak muda dituntut tidak hanya sebagai pengguna teknologi, melainkan sebagai pelaku aktif dalam rantai perdagangan dunia.

“Anak muda Indonesia harus dibekali wawasan ekspor sejak dini agar mereka tidak hanya menjadi pengguna, tapi juga pencipta produk yang mampu bersaing di pasar internasional. Kita perlu dorong mereka untuk memanfaatkan platform digital agar ekspor bukan lagi mimpi, tapi jalan karier,” ujar Siswadhi Pranoto Loe di Jakarta.

Menurut data Kementerian Perdagangan RI, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih di bawah 15%, jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand (29%) dan Vietnam (40%). Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 64 juta pelaku UMKM, di mana lebih dari 50% dimotori oleh generasi muda.

“Salah satu penyebab rendahnya kontribusi ekspor adalah keterbatasan literasi ekspor dan logistik digital. Banyak produk anak muda kita sudah layak ekspor, tapi mereka tidak tahu bagaimana cara menjualnya ke luar negeri,” tambah Siswadhi.

Perkembangan teknologi telah membuka akses baru ke pasar global. Melalui platform seperti Alibaba.com, Amazon Global Selling, dan TikTok Shop Crossborder, pelaku usaha muda kini bisa menjual produk langsung ke luar negeri tanpa perlu memiliki kantor atau gudang di negara tujuan. Namun, hal ini tetap membutuhkan pemahaman tentang regulasi ekspor, sistem pembayaran internasional, dan pengelolaan rantai pasok.

Siswadhi menyoroti pentingnya integrasi kurikulum ekspor digital ke dalam pendidikan vokasi dan universitas. “Program studi yang berkaitan dengan bisnis, agribisnis, kreatif, dan teknologi informasi harus mulai menyisipkan modul ekspor digital. Ini bagian dari membangun daya saing bangsa,” ujarnya.

Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pelatihan kerja. Program seperti Prakerja, inkubasi bisnis, dan sertifikasi profesi harus diarahkan agar mencetak digital exporters dari generasi muda.

“Kalau kita ingin Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital Asia, maka kita harus mulai dari anak mudanya. Bekali mereka dengan tools, mindset, dan jaringan global,” tutup Siswadhi Pranoto Loe.