TAMAN BUDAYA BOGORUN 2025, Ajang Lari Bersertifikasi Nasional Pertama di Kabupaten Bogor

Oleh : Nina Karlita | Jumat, 09 Mei 2025 - 12:54 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Bogor — Kabupaten Bogor siap mencetak sejarah baru di bidang sport tourism lewat penyelenggaraan TAMAN BUDAYA BOGORUN 2025.

Acara ini merupakan ajang lomba lari pertama di Bogor yang mengantongi sertifikasi rute nasional dari PB PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2025, di kawasan Taman Budaya, Sentul City, Kabupaten Bogor.

Diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan didukung manajemen profesional dari IdeaRun Race Management, ajang ini menargetkan keikutsertaan 4.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia. 

TAMAN BUDAYA BOGORUN 2025 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Bogor sebagai pusat destinasi sport tourism di Indonesia.

Dalam konferensi pers resmi yang digelar di Kantor Bupati Bogor (9/5), Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan bahwa ajang ini merupakan langkah strategis dalam membangun citra Kabupaten Bogor sebagai kota aktif, sehat, dan berbudaya.

“TAMAN BUDAYA X BOGORUN 2025 bukan hanya tentang olahraga. Ini adalah perwujudan dari gaya hidup sehat yang menyatu dengan penguatan warisan budaya dan kebangkitan ekonomi masyarakat lokal,” jelas Rudy.

Lebih dari itu, TAMAN BUDAYA BOGORUN 2025 menjadi bagian dari pembuka Hari Jadi Bogor ke-543, sekaligus diinisiasi sebagai agenda tahunan dalam visi jangka panjang pembangunan daerah.

Mengangkat semangat budaya lokal melalui tema “Kuta Udaya Wangsa”, lomba ini dibagi menjadi tiga kategori utama: Kuta 5K, Udaya 5K, dan Wangsa Half Marathon (21,097 km).

Tak hanya kompetitif, ajang ini juga menjunjung tinggi inklusivitas. Tercatat 5 peserta Wheelchair Exhibition Race dan 10 Insan Berkebutuhan Khusus (IBK) dari NPCI turut serta dalam perlombaan, memberikan makna yang lebih luas akan kesetaraan dalam olahraga.

Di samping perlombaan utama, akan ada pertunjukan seni tradisional dan partisipasi dari komunitas KORMI, yang memperkuat nuansa budaya lokal sepanjang kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Bogor memperkirakan ajang ini akan menciptakan perputaran ekonomi mencapai belasan miliar rupiah, menyokong sektor UMKM, transportasi, akomodasi, hingga kuliner.