Yayasan WINGS Peduli Bersama Ratusan Relawan Bersihkan Sungai Ciliwung, Kumpulkan 592,4 Kg Sampah untuk Peringati Hari Bumi

Oleh : Nina Karlita | Selasa, 29 April 2025 - 08:07 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Yayasan WINGS Peduli kembali menggelar Aksi Bersih Sungai Ciliwung bersama ratusan relawan, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan Waste4Change. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye #PilahDariSekarang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah.

Berlangsung di kawasan Tambora, Jakarta Barat, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 592,4 kilogram sampah untuk kemudian dipilah dan dikelola secara bertanggung jawab. 

“Sungai Ciliwung punya peran penting dalam penyediaan air dan pengendalian banjir. Pemilahan sampah dari sumbernya sangat membantu upaya normalisasi sungai," ujar Dadang Cahya Rusdiana, Kepala UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Sheila Kansil, perwakilan Yayasan WINGS Peduli, menambahkan bahwa selain aksi bersih, mereka juga menebar bibit ikan untuk memulihkan ekosistem sungai. Ini sekaligus memperkuat pesan KPS (Kenali, Pilah, Setor) yang menjadi inti kampanye #PilahDariSekarang.

Sampah yang terkumpul dipilah oleh Waste4Change; organik dijadikan pakan maggot, non-organik disalurkan ke pihak pendaur ulang, dan residu diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). 

Menurut Saka Dwi Hanggara, Campaign Manager Waste4Change, meski kondisi sampah sungai jauh dari ideal untuk daur ulang, aksi ini tetap efektif dalam membangun kesadaran.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari upaya berkelanjutan Yayasan WINGS Peduli, yang hingga akhir 2024 telah melibatkan lebih dari 850 relawan dan mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah dari berbagai sungai di Indonesia.

"Saya berharap ini bukan akhir, tapi awal dari gebrakan yang lebih besar. Yayasan WINGS Peduli sudah memberikan energi dan semangatnya untuk bantu memulihkan bumi, sekarang giliran kita jaga dan teruskan. Bumi ini butuh banyak orang yang mau bergerak, sekecil apa pun itu," kata, Nur Azizah, salah satu relawan.