Oreo Donasikan 2,5% Keuntungan untuk Pendidikan Anak Yatim, Wujudkan Mimpi Bersama Oreo Berbagi Serunya Berilmu

Oleh : Nina Karlita | Selasa, 18 Maret 2025 - 23:42 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Dalam upaya mendukung pendidikan anak yatim piatu di Indonesia, Oreo, brand unggulan dari Mondelez Indonesia, menghadirkan program spesial bertajuk "Oreo Berbagi Serunya Berilmu". 

Program ini bertujuan untuk membantu 1.500 anak yatim piatu dengan memberikan donasi berupa alat bantu belajar serta mendukung proses pendidikan mereka. Sebagai bentuk komitmen nyata, Oreo akan mendonasikan 2,5 persen keuntungan penjualan untuk program ini.

Zaenal Abidin, Direktur PT Mondelez Indonesia Manufacturing, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan untuk menyebarkan semangat kebaikan.

"Sebagai produk yang telah menemani keluarga Indonesia selama lebih dari 30 tahun, kami ingin memberikan lebih dari sekadar camilan lezat. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan mendapatkan pendidikan yang layak.

Program ini mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Vivi Andriani, S.T., M.Sc., selaku Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kemendikdasmen, menekankan pentingnya pendidikan bagi anak yatim piatu sebagai investasi masa depan bangsa.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Oreo. Langkah ini sejalan dengan program prioritas Kemendikdasmen dalam upaya pemenuhan hak dasar anak, khususnya di bidang pendidikan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah," ungkap Vivi.

Untuk memastikan distribusi donasi berjalan lancar, Oreo menggandeng SOS Children's Villages Indonesia sebagai mitra utama. Program ini akan berjalan selama enam bulan dengan distribusi bantuan ke berbagai wilayah, termasuk Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Jakarta, Lembang, Semarang, Bali, dan Flores.

"Kami sangat menghargai bantuan dari Oreo, karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Ini akan menjadi dorongan besar bagi mereka untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang lebih cerah," kata Gregor Hadi Nitihardjo, Direktur National SOS Children's Villages Indonesia

Selain memberikan peralatan sekolah seperti laptop dan tas, Oreo juga bekerja sama dengan Surya Institute untuk menyediakan alat bantu belajar berbasis metode GASING (Gampang, Asik, dan Menyenangkan).

Menurut Prof. Yohanes Surya, Ph.D., pencetus metode GASING, pendekatan ini telah terbukti meningkatkan pemahaman anak terhadap pelajaran matematika hingga 80% lebih baik dibanding metode konvensional.

"Belajar harus menyenangkan agar anak-anak dapat menyerap ilmu dengan lebih baik. Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari inisiatif ini, yang dapat membantu anak-anak yatim piatu memahami pelajaran dengan cara yang lebih interaktif," jelas Prof. Surya.

Sebagai seorang ibu dan Mom Influencer, Nycta Gina menyambut baik program ini.

"Saya selalu mencari cara agar anak-anak bisa belajar dengan lebih menyenangkan. Dengan membeli Oreo, kita tidak hanya menikmati momen seru bersama keluarga, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak yatim piatu," kata Nycta Gina.

Melalui program "Oreo Berbagi Serunya Berilmu", setiap pembelian Oreo akan memberikan kontribusi langsung untuk pendidikan anak yatim piatu.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →