Ramadhan Jadi Momentum UMKM Rebut Cuan Berlimpah

Oleh : Ridwan | Selasa, 04 Maret 2025 - 12:12 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Ramadhan menjadi momentum atau bulan penting bagi pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khususnya mereka yang bergerak di bidang kuliner untuk meraup cuan. Hal tersebut terlihat dari kegiatan war takjil yang membuat pengusaha UMKM di bidang kuliner bisa meningkatkan penghasilan.

Oleh karena itu, Kementerian UMKM berharap Ramadhan tahun ini pengusaha UMKM dapat kembali memanfaatkan momentum bulan puasa sekaligus mengakses kemudahan yang diberikan oleh pemerintah.

“Kemudahan dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah dalam hal izin dan legalitas usaha, alokasi khusus pada area publik, pengawasan kualitas hingga dukungan pendanaan. Dalam hal ini pemerintah hadir untuk memastikan pengusaha UMKM dapat berjualan dengan aman dan nyaman, dan juga melakukan pengawasan kualitas makanan dan masakan yang dijual untuk memastikan aman dikonsumsi,” kata Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim di Jakarta, kemarin.

Dengan kemudahan-kemudahan tersebut, Sesmen UMKM optimis pengusaha UMKM dapat lebih mudah berjualan dan meningkatkan penjualan mereka selama bulan Ramadhan. 

Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tahun 2020-2023 meningkat menjelang Ramadhan dan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi inilah yang dimanfaatkan oleh UMKM untuk meraup pendapatan.

Jika mengutip data tunggal Kementerian UMKM, khusus untuk subsektor kuliner ada sekitar 2,9 juta orang pengusaha yang terjun ke bidang ini di Indonesia. Sementara itu, data Kementerian Perindustrian pada triwulan III-2024, mencatat industri makanan dan minuman (mamin) bertumbuh sebesar 5,82 persen atau diatas pertumbuhan produk domestic bruto (PDB) nasional sebesar 4,95 persen.

Hal ini membuat industri makanan dan minuman tercatat memberikan kontribusi sebesar 40,17 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Angka ini sekaligus menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

Hasil Kajian Dosen Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Zahra Kemala Nindita Murad menunjukkan bahwa salah satu aspek perputaran uang saat Ramadhan bagi UMKM datang dari momen buka puasa, karena sering dijadikan ajang pertemuan kerabat, teman, saudara, hingga mitra bisnis.

Kondisi tersebut turut dirasakan salah seorang pengusaha UMKM skala mikro, Farida. Wanita yang fokus berjualan pempek dengan merek Pempek Nyai di Kota Sukabumi ini mengatakan bahwa usahanya sejak akhir tahun 2019 selalu mengalami kenaikan penjualan di setiap Ramadhan tiba.

“Saat bulan Ramadhan, omzet bisa naik hingga tiga kali lipat dari yang biasanya Rp30 juta – Rp40 juta perbulan,” ujarnya.

Hal senada juga dirasakan Sammy, CEO Lawless Burgerbar Asia atau yang dikenal dengan merek dagang Lawless Burger. Dirinya menguatkan hipotesis bahwa momen bulan Ramadhan adalah saatnya meraup cuan. “Kalau bicara bulan puasa memang ada peningkatan, meskipun tidak terlalu signifikan,” terang Sammy. 

Dia menyebut bahwa minggu kedua sampai akhir bulan puasa menjadi momentum untuk meningkatkan penjualan. “Biasanya minggu kedua sampai akhir bulan puasa lebih bagus penjualannya, diabanding minggu pertama. Karena minggu pertama orang cenderung buka puasa di rumah bersama keluarga,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, justru penjualan setelah lebaran Idulfitri biasanya meningkat sangat pesat. Bahkan, tahun-tahun sebelumnya, Lawless Burger sampai harus mendatangkan pekerja paruh waktu untuk melayani pelanggan.

“Mungkin karena masyarakat sudah sebulan tidak bisa makan siang, terus tiba-tiba bisa makan siang, membludaklah. Lawless sampai harus mendatangkan pekerja harian,” tutup Sammy.