Jadi Pionir! Toyota Resmikan Pengisian Bahan Bakar Hydrogen di Karawang Senilai Rp35 Miliar

Oleh : Ridwan | Selasa, 11 Februari 2025 - 16:00 WIB · 3 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Karawang - Toyota Indonesia secara resmi meluncurkan fasilitas Hydrogen Refueling System (HRS) di Karawang, Jawa Barat, Selasa 11 Februari 2025.

Fasilitas HRS ini memiliki dua tipe sistem tekanan yaitu 350 bar untuk pengisian forklift dan 700 bar untuk pengisian kendaraan Toyota Mirai dan truk FC.

Fasilitas yang berlokasi di xEV Center TMMIN Karawang Plant 3 ini menelan investasi hingga lebih dari 35 miliar rupiah.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengatakan, peluncuran fasilitas HRS ini menandai langkah penting menuju transisi energi bersih, terutama dengan sumber daya energi terbarukan Indonesia yang melimpah seperti geothermal dan hidro untuk produksi hidrogen bersih.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur HRS mendukung ketahanan energi dan keberlanjutan di berbagai sektor termasuk industri, energi, dan mobilitas yang berbasis hidrogen.

"Ini adalah langkah nyata bagi industri otomotif nasional menuju pencapaian target NZE 2060,” kata Nandi Julyanto. 

Peluncuran HRS juga selaras dengan visi “Beyond Zero” sebagai pedoman Toyota mengimplementasikan inisiatif menuju netralitas karbon melalui beragam solusi teknologi.

"Dengan semangat Beyond Zero inilah, Toyota melangkah lebih maju dalam mencapai netralitas karbon dengan strategi multi-pathway yaitu sinergi dari beragam teknologi kendaraan rendah emisi dan kendaraan elektrifikasi dengan pemanfaatan energi rendah emisi di era netralitas karbon," jelasnya.

Melalui peluncuran infrastruktur HRS, Toyota Indonesia juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia serta mempersiapkan tenaga kerja yang bersertifikat dalam teknologi hidrogen. 

Toyota telah melatih para karyawannya dalam teknologi hidrogen, keterampilan teknis, dan kesadaran keselamatan serta memastikan mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman praktis yang memadai.

“Aktivitas people development dalam pengembangan HRS Toyota Indonesia menandai upaya kami sebagai pioneer pengembangan SDM berkualifikasi, demi menunjang hadirnya ekosistem hidrogen di Indonesia," ungkap Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN.

Dirinya meyakini hidrogen merupakan jembatan penting mencapai clean energy, sehingga SDM mumpuni harus disiapkan sejak dinisesuai dengan filosofi kami “We Make People Before We Make Product.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan Toyota Indonesia. 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani mengatakan, stasiun pengisian bahan bakar yang dibuat oleh Toyota Indonesia memiliki kapasitas 700 bar, dan merupakan HRS pertama yang memiliki kompresi tinggi. 

"Jadi, waktu tahun lalu kita sudah me-launching juga refueling station tapi skalanya masih 350 bar dan ini yang pertama untuk 700 bar," kata Eniya.

Menurutnya, HRS yang dibuat tersebut sudah sesuai dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) yang nantinya turut mendorong mewujudkan swasembada energi yang ditargetkan Presiden Prabowo.

"Ini yang kita lihat upaya untuk swasmbada energi. Karena hidrogen bisa dilahirkan atau bisa diproduksi di dalam negeri. Tidak ada impor, bisa diproduksi dari air dengan menggunakan elektrolisa," terangnya.

Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Apit Pria Nugraha mengatakan, pembuatan HRS tersebut turut sesuai dengan peta jalan yang dibuat pihaknya guna melakukan penurunan emisi (dekarbonisasi) sektor industri.

Dikatakan Apit, Kemenperin mendukung upaya yang dilakukan pengusaha manufaktur, serta mendorong untuk segera memasarkannya secara komersial. 

"Kita sudah in-line gitu secara kebijakan," tuturnya.