100 Balita Jadi Sasaran Penelitian Dampak Konsumsi Kental Manis di Bogor
INDUSTRY.co.id - Bogor – Sebanyak 100 balita di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menjadi sasaran penelitian yang dilakukan oleh Pengurus Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak konsumsi kental manis terhadap tumbuh kembang anak-anak yang masih berada dalam tahap pertumbuhan.
Penelitian ini dimulai dengan pembekalan di lokasi penelitian pada 3 Februari 2025. Koordinator Penelitian Majelis Kesehatan PDA Kabupaten Bogor, Lina Marlina, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai temuan terkait kesalahan persepsi penggunaan kental manis sebagai pengganti susu anak dalam beberapa tahun terakhir.
“Dari 100 balita yang menjadi responden, pola konsumsi kental manis mereka beragam. Ada yang hanya sesekali mengonsumsinya, ada pula yang rutin, bahkan sebagai pengganti susu harian. Ini menjadi perhatian utama dalam penelitian ini,” ujar Lina.
Meski penelitian ini hanya melibatkan 100 balita, Lina menekankan bahwa masih banyak anak-anak lain yang mungkin juga mengonsumsi kental manis secara tidak tepat, namun tidak terdata dalam penelitian ini. Pemetaan responden dilakukan berdasarkan data awal yang dikumpulkan oleh kader di wilayah tersebut.
Salah satu alasan pemilihan Kecamatan Pamijahan sebagai locus penelitian adalah tingginya angka konsumsi kental manis di wilayah tersebut, yang diperparah oleh minimnya edukasi masyarakat mengenai gizi anak. Selain itu, wilayah ini juga merupakan salah satu penerima bantuan sosial, di mana kental manis sering kali disertakan dalam paket bantuan. Kebiasaan ini berisiko memperkuat persepsi keliru bahwa kental manis bisa menjadi pengganti susu.
Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 20 Tahun 2021, kental manis tidak boleh digunakan sebagai pengganti ASI atau susu formula, serta tidak cocok untuk bayi hingga usia 12 bulan. Produk ini juga tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya sumber gizi bagi anak.
Kental manis mengandung kadar gula yang sangat tinggi, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Berdasarkan data dari Singapore Food Database, 100 ml kental manis mengandung sekitar 50 gram gula, yang berarti hanya dalam 30 ml saja, sudah terdapat lebih dari 15 gram gula. Selain itu, kandungan vitamin dan mineral dalam kental manis sangat minim, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi anak.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pola konsumsi yang sehat bagi anak-anak. Edukasi gizi yang tepat dapat membantu mencegah kesalahan persepsi dan melindungi kesehatan balita di Indonesia.