Gawat! Marak Aksi Premanisme Ormas di Kawasan Industri, Ketum HKI: Kami Rugi Hingga Ratusan Triliun

Oleh : Ridwan | Kamis, 06 Februari 2025 - 14:45 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Kawasan Industri (HKI) meminta jaminan keamanan kepada pemerintah terkait banyaknya gangguan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) terhadap kawasan-kawasan industri di Indonesia.

Ketua HKI, Sanny Iskandar menyebut bahwa maraknya aksi premanisme dari Ormas dapat mengakibatkan batalnya investasi di kawasan industri.

“Kami (pengelola kawasan industri) mengalami kerugian akibat banyak investasi yang batal hingga ratusan triliun rupiah akibat aksi premanisme yang dilakukan ormas,” kata Sanny di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (6/2).

Adapun, modus yang digunakan ormas tersebut dengan melakukan unjuk rasa dan segala macam ancaman untuk menutup kawasan. “Sehingga pabrik-pabrik itu tidak bisa keluar, barang-barang gak bisa masuk, bahan baku tidak bisa masuk, barang jadi gak bisa keluar,” ucapnya.

Menurutnya, ormas tersebut menyebabkan gangguan keamanan karena masuk ke kawasan industri untuk melakukan demonstrasi, dengan modus meminta diikutsertakan dalam proses pembangunan ataupun aktivitas pabrik.

“Mereka ingin supaya diikutsertakan yang terkait dengan pabrik, selalu inginnya begitu. Dia kan butuh transportasi, cathering, ingin beli ini, beli itu, mau bangun perluasan pabriknya atau apa, mereka itu minta diserahkan ke mereka,” terangnya.

Ketua Umum HKI mengungkapkan bahwa ada beberapa investor yang sudah mengirimkan surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto terkait aksi premanisme ormas tersebut. “Beberapa investor akhirnya menulis surat langsung ke presiden,” katanya.

Adapun wilayah yang sering terjadi aksi premanisme ormas antara lain, Bekasi, Karawang, Jawa Timur (Jatim), dan Batam.

Oleh karena itu, HKI meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang sering terjadi di wilayah kawasan industri.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →