WAMI Catat Pencapaian Besar di 2024, Siap Perkuat Kepercayaan di 2025
INDUSTRY.co.id - Jakarta – Wahana Musik Indonesia (WAMI), Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang berperan dalam pengelolaan hak cipta musik, mencatat berbagai pencapaian signifikan sepanjang tahun 2024.
Presiden Direktur WAMI, Adi Adrian, menegaskan bahwa tahun 2024 menjadi momen penting dalam membangun kepercayaan para pencipta lagu dan publisher. Sepanjang tahun lalu, jumlah anggota WAMI bertambah dengan bergabungnya 960 pencipta lagu dan 5 penerbit musik, sehingga total anggota kini mencapai lebih dari 6.000 orang.
"Tahun 2024 bukan tahun yang mudah, tapi juga bukan tahun yang berantakan. Kami berhasil mendapatkan kepercayaan dari para pencipta lagu. Buktinya, ada 900 pencipta lagu yang mendaftarkan diri ke WAMI," ujar Adi Adrian dalam konferensi pers di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2025).
Dari sisi penghimpunan royalti, WAMI mencatat kenaikan signifikan sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya. Total penghimpunan meningkat dari Rp 132 miliar pada 2023 menjadi Rp 185 miliar pada 2024. Sementara itu, distribusi royalti kepada para pencipta lagu juga meningkat, dengan total Rp 123,6 miliar yang telah disalurkan.
Adi juga menyoroti keberhasilan WAMI dalam menjalin kerja sama dengan publisher internasional.
"Kami berhasil menjalin kerja sama dengan pihak internasional. Kita tidak bisa menghindari pengaruh musik luar negeri, karena lagu-lagu dari Amerika, Korea, dan negara lain juga diputar di Indonesia. Nah, kami mengumpulkan royalti dari pemutaran lagu-lagu asing itu dan mendistribusikannya kepada pihak terkait," jelasnya.
Selain itu, WAMI juga memastikan royalti lagu-lagu Indonesia yang diputar di luar negeri dapat diklaim dan dikembalikan ke pemilik hak cipta.
"Di Malaysia kemarin, mereka membayar miliaran rupiah untuk performing rights lagu-lagu Indonesia. Ini menjadi salah satu pencapaian besar bagi kami," tambahnya.
Untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan hak cipta musik, WAMI meluncurkan sistem ATLAS, platform digital yang memungkinkan pencipta lagu memantau royalti mereka secara akurat.
Selain itu, WAMI juga membentuk tim legal guna memastikan hak para pencipta lagu lebih terlindungi, khususnya terhadap pelanggaran lisensi dan kasus promotor musik yang enggan membayar royalti.
Ia berharap aturan terkait royalti dapat ditegakkan lebih ketat, sehingga promotor musik membayar royalti tanpa perlu proses hukum yang panjang.
"Tolong aturannya ditegakkan, agar mereka mau membayar tanpa harus diproses hukum. Ini adalah bukti bahwa kami menjalankan kewajiban kepada orang-orang yang telah mempercayakan hak mereka kepada WAMI," tambahnya.
Memasuki tahun 2025, WAMI berkomitmen memperkuat kepercayaan anggota dan ekosistem musik Indonesia.
"Saya bangga atas pencapaian luar biasa kami di tahun 2024, dengan pertumbuhan signifikan dalam katalog lagu dan anggota, serta keberhasilan dalam penghimpunan dan distribusi royalti. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan, transparansi, dan edukasi hak cipta di tahun 2025 demi memperkuat ekosistem musik Indonesia," pungkas Adi Adrian.