Rentang Pergerakan IHSG Diprediksi antara 5.795-5.860

Oleh : Abraham Sihombing | Jumat, 11 Agustus 2017 - 12:31 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (11/08/2017) ini diperkirakan akan melanjutkan kenaikannya dan bergerak pada kisaran 5.795-5.860.

“Secara teknikal, titik resistensi  IHSG terdekat masih berada di level 5.830. Kendati demikian, untuk mencapai titik resistensi tersebut, IHSG harus mampu mempertahankan posisinya di posisi 5.800. Pada perdagangan hari ini, indikasi seperti itu tampaknya cukup terlihat karena indikator stochastic memberikan konfirmasi adanya golden-cross di area jenuh jual,” ujar Lanjar Nafi, analis Reliance Securities, di Jakarta, Jumat (11/08/2017).

Dengan adanya indikasi positif secara teknikal pada perdagangan hari ini, maka Lanjar menyarankan para pelaku pasar untuk mencermati saham-saham PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Mills Tbk (MAIN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Pada Kamis (10/08/2017), IHSG ditutup naik 0,23% atau 13,44 poin ke posisi 5.824. Kenaikan IHSG tersebut ditopang oleh menguatnya indeks sektor properti sebesar 1,51% dan indeks sektor industri dasar sebesar 1,26%. Akan tetapi, indeks sektor konsumer mengalamai penurunan tertinggi, yaitu sebesar 0,66%. Kemudian diikuti oleh tergerusnya indeks agrikultur sekitar 0,33%.

Penurunan IHSG pada perdagangan kemarin disebabkan oleh perkiraan perlambatan data penjualan ritel sekitar 2,7% yang mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat. Disamping itu, penurunan indeks di berbagai bursa regional dan global juga turut mempengaruhi penurunan indeks tersebut.

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →