IHSG Diperkirakan Bakal Lanjutkan Kenaikan

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 09 Agustus 2017 - 09:11 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bakal melanjutkan pola kenaikan jangka pendek pada perdagangan Rabu (09/08/2017) setelah kemarin mengalami rebound ke posisi 5.810.

“Saat ini, sentimen negatif yang muncul akibat data ekonomi yang dibawah perkiraan pasar sudah sepenuhnya terdiskon dalam aksi jual yang dilakukan sebagian pelaku pasar yang menahan kenaikan IHSG ke posisi 5.870,” ujar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Rabu (09/08/2017).

Yuganur menyarankan pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham ketika IHSG melakukan konsolidasi, sebelum indeks tersebut mengalami breakout untuk meneruskan kenaikan berikutnya. Ada empat saham yang direkomendasikan BELI oleh Yuganur, yaitu saham PT Bank Jatim Tbk (BJTM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM).

Secara teknikal, demikian Yuganur, BJTM, HMSP dan LPKR saat ini sedang mengalami pola perbaikan tren harga dalam jangka pendek dan menengah. Kondisi tersebut membuat ketiga saham ini menjadi menarik untuk dikoleksi pelaku pasar. BJTM berpeluang untuk mencapai rentang harga Rp725-745 per unit. Sedangkan HMSP dan LPKR masing-masing diprediksi bakal menembus kisaran harga Rp3.675-3.775 per unit dan Rp760-790 per unit.

“Sementara itu, penurunan harga komoditas ke titik terendah dalam 10 tahun terakhir ini serta valuasi sektoral yang cukup murah mengakibatkan HRUM menjadi menarik untuk diakumulasi. Harga HRUM berpotensi mencapai Rp2.550-2.650 per unit,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →