IKI September 2024 Sentuh Angka 52,48, Kemenperin: Industri Manufaktur RI Stabil

Oleh : Ridwan | Senin, 30 September 2024 - 16:55 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id -Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merilis nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada periode September 2024. Tercatat, nilai IKI September 2024 mencapai 52,48.

Angka tersebut cenderung stabil dibandingkan dengan bulan Agustus 2024 yang sebesar 52,40. Sementara itu, jika dibandingkan dengan bulan September tahun sebelumnya angka IKI ini melambat 0,33 poin.

Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, terdapat 21 subsektor yang mengalami ekspansi dan 2 subsektor kontraksi. Adapun, subsektor yang ekspansi memliki kontribusi sebesar 97,3% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas triwulan II-2024.

Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri barang galian non logam dan industri peralatan listrik. Sedangkan subsektor yang mengalami kontraksi yaitu industri komputer, barang elektronik dan optik, serta industri pengolahan lainnya. 

“Membaiknya kinerja industri semen dikarenakan permintaan subsektor ini mengalami kenaikan besar dari sektor infrasturktur dan properti. Sementara, untuk industri barang elektronik mengalami kontraksi karena banjirnya produk impor di pasar dalam negeri,” jelas Juru Bicara Kemenperin, Febre Hendri Antoni Arif di Jakarta, Senin (30/9).

Dalam laporannya, Febri menyebut bahwa terdapat perlambatan ekspansi nilai IKI variabel pesanan baru sebesar 2,71 poin dari 54,66 pada Agustus 2024 menjadi 51,95 pada bulan September 2024. 

“Sebaliknya, nilai IKI variabel persediaan produk mengalami peningkatan sebesar 0,31 poin menjadi 55,85,” jelasnya. 

Sementara itu, dari sisi kegiatan usaha secara umum masih meningkat. Sebanyak 77,4% pelaku usaha menyampaikan kegiatan usahanya meningkat dan stabil. Meski demikian peningkatan kegiatan usaha industri pengolahan di bulan September 2024 menurun 3,8% menjadi 31,0%.

Dalam Laporan IKI tersebut, tarcatat optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usahanya 6 bulan kedepan kembali turun dibandingkan dengan Agustus 2024. Penurunan ini melanjutkan penurunan dari angka optimisme tertinggi pada bulan Mei dan Juni 2024.

“Sebanyak 23,1% pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya stabil selama 6 bulan kedepan. Angka ini meningkat 0,6% dibandingkan dengan presentase bulan sebelumnya,” papar Febri.

Sementara itu, presentase pesimisme pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha 6 bulan kedepan turun dari 5,9% pada Agustus 2024 menjadi 5,4% pada September 2024.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →