Sepanjang Pekan Lalu, IHSG Tergerus 0,9%

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 07 Agustus 2017 - 10:36 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan lalu, yaitu pada periode 31 Juli hingga 4 Agustus 2017, turun 0,91% ke posisi 5.777,48 dibandingkan posisi pada pekan sebelumnya di level 5.831,02. Demikian menurut data BEI yang dipublikasikan, Minggu (06/08/2017).

Data tersebut mengindikasikan, penurunan IHSG tersebut juga diiringi oleh penyusutan nilai kapitalisasi pasar BEI sebesar 0,91%, yaitu menjadi Rp6.330,60 triliun pada akhir pekan lalu dibandingkan sebesar Rp6.389,24 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, nilai transaksi harian BEI rata-rata selama periode 31 Juli hingga 4 Agustus 2017 tergerus 8,89% menjadi Rp6,35 triliun dibandingkan periode pekan sebelumnya sebesar Rp6,97 triliun. Hal itu disebabkan oleh terpangkasnya volume transaksi harian rata-rata sekitar 19,22% menjadi 7,31 miliar unit saham dibandingkan pada pekan sebelumnya sebanyak 9,05 miliar unit saham.

Data tersebut menginformasikan, frekuensi transaksi harian BEI rata-rata pada sepekan terakhir juga berkurang 4,16% menjadi 280.950 kali transaksi dibandingkan 293.160 kali transaksi pada pekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan nilai jual bersih pada pekan itu sebesar Rp431 miliar. Kendati demikian sepanjang 2017 ini,  investor asing masih mencatatkan pembelian saham bersih (net buying) bernilai Rp5,96 triliun. (Abraham Sihombing)

Abraham Sihombing

Redaksi

Abraham Sihombing adalah seorang jurnalis dan analis keuangan senior yang berbasis di Indonesia. Dengan karier membentang lebih dari satu dekade di Industry.co.id,m. Spesialisasinya adalah pasar modal, saham, dan sektor keuangan—menjadikannya salah satu penulis paling produktif di bidang ekonomi dan bisnis. Abraham dikenal luas karena analisisnya yang tajam terhadap pergerakan IHSG, saham-saham blue chip seperti BBCA, TLKM, dan ICBP, serta komoditas strategis seperti CPO dan minyak dunia. Selain pasar modal, ia juga aktif menulis tentang sektor industri, agro, dan energi. Gaya tulisannya yang informatif dan berbasis data menjadikannya rujukan bagi pembaca yang membutuhkan wawasan mendalam tentang dinamika ekonomi Indonesia.

Lihat semua artikel →