Puresia dan Waste4Change Berkolaborasi untuk Menanggulangi Limbah Plastik

Oleh : Nina Karlita | Rabu, 11 September 2024 - 23:45 WIB · 1 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Sebagai bagian dari upayanya untuk mengurangi limbah plastik, Puresia menjalin kerja sama dengan Waste4Change, sebuah organisasi yang fokus pada pengelolaan sampah secara berkelanjutan. 

Hingga saat ini, Puresia telah menyerahkan 360 kg kemasan plastik bekas untuk didaur ulang melalui Waste4Change, memperlihatkan komitmennya dalam menangani masalah sampah plastik.

Langkah ini adalah bagian dari misi Puresia untuk menjadi brand lokal yang tidak hanya berfokus pada produk vegan berkualitas tinggi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

"Kami percaya bahwa dengan langkah-langkah kecil namun konsisten, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan," kata Bruno Hasson, Founder Puresia di acara talk show bertajuk “Holistic Harmony: Embrace Wellness and Sustainability with PURESIA.

Puresia sendiri telah menerapkan langkah-langkah nyata, seperti menggunakan kemasan produk yang terbuat dari bahan daur ulang dan mengutamakan konsep upcycling.

PURESIA juga berkomitmen untuk terus mengembangkan produk-produk yang aman bagi kulit, tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya seperti SLS, paraben, dan silikon.

Nina Karlita

Redaksi

Nina Karlita adalah seorang jurnalis, penulis, dan aktif dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Indonesia bergabung di Majalah Industry sejak tahun 2014. - Jurnalis Ekonomi dan Bisnis: tercatat sebagai salah satu tim redaksi dan jurnalis aktif di media nasional Industry.co.id. - Tulisan-tulisannya banyak mengulas seputar perkembangan ekonomi, literasi, korporasi - Pernah menjadi Ketua Komunitas FoWarLife: Nina Karlita mengemban amanah sebagai Ketua FoWarLife (Forum Wartawan Lifestyle). Melalui organisasi ini, ia sering menginisiasi program pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatannya yang menonjol adalah program Cooking Class for Business yang menggandeng perusahaan finansial teknologi untuk melatih puluhan wanita agar cakap dalam merintis usaha kuliner skala mikro.

Lihat semua artikel →