Menperin: Diversifikasi Penting Untuk Naikkan Kembali Sektor Industri

Oleh : Ridwan | Kamis, 03 Agustus 2017 - 14:37 WIB · 2 menit baca Baca versi lengkap →

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Penurunan daya beli masyarakat berimbas kepada melambatnya sektor industri. Berdasarkan data BPS, pada kuartal II-2017, jenis-jenis industri yang mengalami penurunan produksi adalah industri pengolahan lainnya yang turun 10,53%, industri minuman turun 8,26%, dan jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan turun sebesar 7,57%.

"Hampir semua negara berkembang industrinya turun di kuartal II-2017, ini yang kita sebut Global Head Win (Angin depan). Jika dibandingkan dengan China dan Brazil, Indonesia masih lumayan penurunannya dibanding mereka," ungkap Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Dengan adanya Global Head Win, menurutnya, kita harus khawatir, karena produk kita sebagian ekspor atau supporting industri di China. "kalau China deepnya lebih dalam, ini bisa mengurangi demand. Ini yang perlu kita perhatikan," terangnya.

Sebagai antisipasinya, Airlangga berharap ekonomi global besa segera pulih. "kalau dari ASEAN. saya melihat seperti Vietnam dan Malaysia pertumbuhannya cukup bagus, tetapi pasar Vietnam dan Malaysia tidak terlalu besar, sehingga yang dimanfaatkan bagi indonesia hanya industri tertentu seperti elektronika dan otomotif," tambahnya.

Menurut Airlangga, diversifikasi menjadi salah satu yang paling penting untuk menaikan kembali sektor industri. "Selain itu, tentunya bagaimana kita mendorong daya beli masyarakat agar bisa meningkat," pungkasnya.

Berdasarkan data BPS, pada kuartal II-2017 industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya mencatatkan pertumbuhan produksi paling tinggi sebesar 10,86%, disusul industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional sebesar 9,21%, dan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia sebesar 8,98%.

Ridwan

Redaksi

Ridwan Permana merupakan lulusan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta yang saat ini berkiprah sebagai jurnalis ekonomi sektor riil. Ia memfokuskan diri pada peliputan isu-isu industri manufaktur dan properti, dua sektor yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan gaya penulisan yang padat, ringkas, dan mudah dipahami, Ridwan dikenal mampu menyajikan informasi ekonomi dan industri yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pembaca. Dedikasinya dalam dunia jurnalistik ekonomi menjadikan Ridwan konsisten menghadirkan informasi yang relevan, faktual, dan bernilai bagi pelaku usaha, pemangku kepentingan, maupun masyarakat luas.

Lihat semua artikel →